Jumat, 27 Desember 2024

 Sesungguhnya tingkatan tertinggi dari hati yang bersih adalah menyerahkan segalanya kepada Allah, tanpa tapi²an ...

Tidak mudah melatih prasangka baik kepada Allah ...
Mungkin bagi mereka yang selalu mendapatkan kenikmatan, akan mudah untuk melakukannya...
Namun tidak mudah bagi mereka yang selalu diberikan ujian kesulitan,  kemelaratan, dan kesempitan...
Segala ujian yang menyesakkan dada, seakan Allah tidak mencintainya...
Padahal, tidak selalu yang Allah hujani dengan kenikmatan itu berarti Allah mencintainya...
Dan belum tentu juga, orang yang diberikan ujian bertubi-tubi menandakan Allah membencinya...
Semua ada takarannya dan pasti ada akhirnya...
InsyaAllah semua itu bisa mendekatkan diri kepada Allah, dengan merasakan kenikmatan, akan ujian kesulitan ataupun sebaliknya...
Sesungguhnya kita semua pasti akan berakhir, dan akhir yang baik itu jika kita selalu berusaha mengerjakan amal sholih dan selalu berbaik sangka kepada Allah...

Jumat, 20 Desember 2024

Salah satu hikmah datangnya kesedihan yang silih berganti bagi orang beriman adalah agar kejadian itu menguatkan hati dan jiwanya sehingga mampu berlapang dada, tak lagi bersedih hati, dan menerima takdir ilahi dengan hati yang tunduk...

Allah ta'ala berfirman,

فَأَثَابَكُمْ غَمًّا بِغَمٍّ لِكَيْلَا تَحْزَنُوا عَلَىٰ مَا فَاتَكُمْ وَلَا مَا أَصَابَكُمْ ۗ وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ 

"...karena itu Allah menimpakan atas kamu kesedihan atas kesedihan, supaya kamu jangan bersedih hati terhadap apa yang luput dari pada kamu dan terhadap apa yang menimpa kamu. Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan." [Ali Imran: 153]

 Pedagang asongan yang mestinya sedih karena dihina. Namun beliau tidak menampakkan kesedihannya, karena memang sudah terbiasa sedih...

Seorang pendakwah dan ahli ibadah juga semestinya tidak merasa sedih, karena kemiskinan, sering dibully, diboikot dan bahkan difitnah...

Mereka mestinya sudah terbiasa menerima keadaan seperti itu...

Andaikan ada pendakwah dan ahli ibadah yang malah mencari kemewahan dunia, memasang tarif tinggi, merasa hebat dengan ilmu dan ibadahnya...

Maka ketahuilah, dari dulu para Nabi, pendakwah dan ahli ibadah selalu mendapatkan kesulitan dan perundungan...

Mereka selalu meminta dan berdoa hanya kepada Allah, terhadap segala hal, termasuk kesulitan yang mereka alami, perundungan hingga kekurangan harta untuk mencukupi kebutuhan mereka...

Bukan malah mematok tarif tinggi, komersial, ataupun meminta-minta kepada sesama dalam berdakwah...

Jika ingin kaya raya dengan kemewahan dunia, ya harus fokus dan profesional ngurusi dunia ...

Dan jangan malah menjual agama untuk dunia ...


al-A'masy meriwayatkan kepada kami, dari Khaitsamah, dari al-Hasan, ia berkata: 

"Aku dan 'Imran bin Al-Hushain berjalan melewati seorang laki-laki yang sedang membaca surah Yûsuf". 

'Imran pun mendengarkan bacaannya. 

Maka ketika selesai membaca, orang itu meminta upah. 

Lalu 'Imran bin Al-Hushain berkata, "Innâ lillâhi wa inna ilaihi räji'ûn."

Dan mengatakan :

"Pergilah, karena aku mendengar Rasulullah bersabda, 

"Barangsiapa membaca al- Qur'an, hendaklah ia memohon kepada Allah. Karena nanti akan ada satu kaum yang membaca al-Quran, dengannya mereka meminta upah kepada manusia." (HR. At-Tirmidzi : 2917) 

(Kitab Akhlaq Hamalatil Qur'an Lil Imam Abu Bakr Al-Âjurri, Tahqiq 'Adil Alu Hamdan, halaman : 94)

Beliau mengatakan , "Innâ lillâhi wa inna ilaihi räji'ûn. Kalimat tersebut diucapkan ketika mendapatkan musibah dan hal ini yang beliau lihat merupakan musibah yang besar yaitu melihat seseorang yang membaca Al-Qur'an - boleh jadi suaranya yang bagus itu, agar manusia berkumpul dan mendengarkan bacaannya, apabila telah selesai, dia mengatakan : "Berilah aku harta".


Jumat, 13 Desember 2024

 Seorang mukmin itu tidak akan  membuli orang lain...

Jika ada kesalahan yang jelas nampak dilakukan seseorang, maka dia akan datang untuk menasehatinya tanpa diketahui orang lain...

Bukannya malah menyebarkan ke medsos hingga diketahui banyak orang...

Tidak bisa dipungkiri, menghina orang lain itu salah, namun lebih salah lagi jika menyebarkan aib seseorang di medsos...

Ingatlah, Allah akan menutupi aibmu di hari kiamat, jika kamu juga menutupi aib saudaramu...

Ingatlah pula, jangkauan medsos itu hanya 5 miliar penduduk bumi sekarang, namun saat hari kiamat, yang menyaksikan tidak hanya 5 miliar saja, namun seluruh makhluk sejak Nabi Adam AS diciptakan...

Jumat, 06 Desember 2024

Wahai manusia...

Bila luka itu teramat parah, jangan pernah merasa diri paling susah...
Bila suasana tak lagi mendamaikan, jangan pernah merasa diri tersisihkan...
Bila kita yakin bahwa tidak satu pun peristiwa itu hanya kebetulan saja...
Maka ketahuilah...
Sesungguhnya semua itu telah dirancang oleh Allah agar kita bisa memetik pelajaran...
Bahkan duri yang menusuk jari kita pun tak lepas dari pandangan-Nya,
agar kita menyadari bahwa semua yang Allah takdirkan akan berbuah kemuliaan...
Ingatlah...
Bila kita yakin...
Sesungguhnya akan ada terang setelah kegelapan...
Allah siapkan kemudahan seiring dengan hadirnya kesulitan...
Allah juga telah menyiapkan kemuliaan yang pasti menyertainya...
Bagi hamba²Nya yang bertaqwa ... 
Ingatlah pula...
Kita tak akan pernah merasakan bahagia bila kita tak pernah merasakan kesedihan...
Kita tak akan pernah merasa lapang bila kita belum pernah mencicipi kesempitan...
“Andai perjuangan ini mudah, pasti
ramai yang menyertainya.
Andai perjuangan ini singkat, pasti
ramai yang istiqomah.
Andai perjuangan ini menjanjikan
kesenangan dunia, pasti ramai orang yang tertarik padanya.
Tetapi hakikat perjuangan bukanlah begitu, turun naiknya, sakit pedihnya, merupakan kemanisan yang tidak terhingga.
Andai rebah, bangkitlah kembali. Andai terluka, ingatlah janji-Nya"
(Hasan Al Banna).