Jumat, 25 September 2026

Kejarlah Akhirat, Niscaya Dunia Akan Mengejarmu


Al-lmam Hasan Al-Bashri Rahimahullah Berkata:

"Wahai para pemuda, wajib bagi kalian untuk mengejar negeri akhirat. Kami banyak melihat orang yang mengejar akhirat dia mendapatkan pula dunianya.

Namun kami tidak melihat ada seseorang yang mengejar dunia tapi dia mendapat akhirat bersama dunianya." (AI Baihaqi; Kitab Az-Zuhd No.12)

Jika sesuatu itu penting, kita pasti menyiapkan waktu terbaik untuknya.

Begitu pula dengan shalat. Ia bukan sekadar kewajiban yang dilakukan sekadarnya, tetapi simbol ketundukan, cinta, dan penghormatan kepada Allah. Menyisihkan waktu untuk datang lebih awal sebelum iqamah bukan hanya soal disiplin waktu, tetapi cerminan hati kita memuliakan ibadah ini.

Berkata Sufyan ats-Tsauri rahimahullah,

"Kedatanganmu (di masjid) sebelum iqamah dikumandangkan adalah satu bentuk pemuliaanmu terhadap ibadah shalat." (Fathul Bari karya Ibnu Rajab 3/533).

Bayangkan, ketika kita memiliki janji dengan seseorang yang kita hormati, tentu kita berusaha hadir lebih awal. Lalu, bagaimana dengan janji pertemuan kita dengan Allah? Sudahkah kita mempersiapkannya dengan waktu yang terbaik?

Mari jadikan shalat bukan hanya tentang menggugurkan kewajiban, tetapi sebuah kehormatan yang kita syukuri setiap hari. Semakin awal kita datang, semakin terasa nikmatnya beribadah kepada-Nya.


Jumat, 18 September 2026

 Semua yang kita cintai, pasti akan kita tinggalkan... 

Atau mereka yang akan meninggalkan kita...

Atau Allah yang akan memisahkan kita dengan yang kita cintai...

Yaitu dengan Kematian ..!

Karena itu, ajaklah mereka sholat, dan amal baik lainnya...

Karena dengan amal baik itu, kita akan tetap bersama mereka di Surga.. 

Jumat, 11 September 2026

Allah tidak meminta kita untuk menaklukkan dunia... 

Akan tetapi Allah menghendaki supaya kita mampu menaklukkan diri kita sendiri...

Yakni bersedia taat atas semua syariat-Nya dan ridha atas apapun kehendak-Nya...

Karenanya, jika hidup yang kita jalani terasa tidak sesempurna seperti harapan kita...

Manakala kesuksesan yang kita angan²kan belum bisa diraih... Tatkala keadaan belum memuaskan nafsu dan keinginan kita...

Semua itu tak seharusnya membuat kita risau... 

Selagi Allah ridha, sungguh itu melebihi batas segala kebaikan...

Jumat, 04 September 2026

Tugas kita adalah berbuat baik tanpa harus menunggu orang lain berbuat baik pada kita...

Bila orang lain berbuat baik pada kita balaslah perbuatan itu dengan kebaikan...

Namun bila ada orang yang tidak mau berbuat baik pada kita jangan menodai diri dengan membalas dengan keburukan yang setimpal...

Berikanlah yang terbaik dari diri kita....

Pada akhirnya, kita tahu bahwa ini adalah urusan antara kita dan Allah....

Ini bukan urusan antara kita dan mereka...

Dan berikanlah yang terbaik untuk Allah, niscaya Allah akan memberikan balasan terbaik untuk kita yang tidak kita sangka-sangka...

Jumat, 28 Agustus 2026

 Berfikir sederhana...

Nikmati apa yang sudah diberi...

Syukuri apa yang sudah dimiliki...

Berharap seperlunya...

Berusaha semampunya...

Berdoa sepenuhnya...

Beribadah sekuatnya...

InsyaAllah kita akan sampai...

Dengan selamat...

Menghadap Allah dengan keridloan Nya...


Jumat, 21 Agustus 2026

 Berbahagialah manusia yang telah meninggalkan dunia, sebelum dunia meninggalkannya...
Maksudnya, Berbahagialah manusia yang hatinya tidak disetir dunia, tidak menjadi budak dunia dan tidak terlena dengan dunia...
Mungkin ia kaya, namun kekayaannya tidak membuatnya lupa ibadah...
Banyak sedekah dan mempergunakan harta untuk berjuang dijalan Allah...
Berbahagialah manusia yang telah membangun kuburnya, sebelum dikubur...
Maksudnya, manusia itu menyiapkan bekal sebelum kematian menjemputnya...
Banyak sedekah, dan menyantuni yatim itu diibaratkan membangun untuk investasi akhirat...
Harta itu tidak digunakan untuk keburukan dan tidak digunakan untuk hal-hal yang dimurkai Allah...

Jumat, 14 Agustus 2026

Ada orang-orang yang selalu memiliki 1001 alasan untuk menemukan kekurangan kita... 

Orang-orang itu menghabiskan sebagian besar waktunya untuk mencari kejelekan dan kesalahan kita...  

Dan orang² itu juga yang telah menghabiskan sisa usianya dengan menceritakan aib kita...

Tidak perlulah kita sakit hati dengannya...

Biarkan saja, toh memang kita ini manusia yang penuh dengan kekurangan dan kesalahan...

Bahkan jika kita renungkan, aib yang nampak dan dibuka oleh mereka itu masih jauh lebih sedikit... 

Dibandingkan dengan aib-aib yang telah Allah tutupi selama ini...

Jika sudah begitu, kita tidak akan lagi merasa sakit hati kepada si pembenci, apalagi hingga terlintas untuk membalas, dengan membuka aib yang kita ketahui ada padanya...

Ketahuilah, sesungguhnya pembencimu adalah dia, yang selalu memiliki waktu untuk memperhatikan segala tingkah laku kita... 

Dialah yang mampu mengoreksi hasil kinerja kita... 

Meski dengan cara pandang yang berbeda...

Kita tinggal introspeksi diri, lalu kembali ke jalan Allah...

Sambil menunggu limpahan pahala dari orang lain, yakni dari penyebar aib kita...

Jumat, 07 Agustus 2026

 Tak selamanya orang-orang yang dekat denganmu akan senantiasa dapat menemanimu...
Tak selamanya orang-orang yang bersamamu akan selalu dapat mengerti keadaanmu...
Tak selamanya orang-orang yang biasa menolongmu ia akan hadir menolongmu...
Demikianlah, sedekat apapun, sekuat apapun dan sehebat apapun manusia, sesungguhnya ia tetap memiliki keterbatasan...
Karena itulah, jangan berharap sepenuhnya kepada manusia. Tapi berharaplah sepenuhnya kepada Allah...
Sebab akan ada saatnya dimana kamu sendiri menghadapi masalah yang berat dan tak seorangpun dapat menemanimu...
Ada saatnya dimana kamu sendiri mengalami sebuah kekecewaan yang mendalam dan tak seorangpun dapat mengerti keadaanmu...
Dan pada saatnya itulah kamu mulai menyadari...
Bahwa tiada yang mampu menemanimu, mengerti keadaanmu dan yang senantiasa dapat menolongmu kecuali Allah...
"Cukuplah Allah (menjadi Penolong) bagi kami dan Dia adalah sebaik-baik Pelindung".(QS. Ali’Imran: 173)
Maka sandarkan semua keluh kesahmu, bebanmu, kesempitanmu dan semua masalahmu kepada Allah sebelum engkau berharap kepada makhlukNya...

Jumat, 31 Juli 2026

 
Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, 
Lebih baik aku menggigit bara api hingga dingin daripada aku mengatakan tentang takdir yang Allah telah tentukan, "seandainya itu tidak terjadi". (Az Zuhd no 128 - Imam Abu Dawud)
Allah menentukan segala takdir berdasarkan ilmu dan hikmah... 
Dan ilmu Allah sempurna dan tidak ada kekurangannya... 
Sedangkan ilmu hamba hanyalah setetes samudra yang amat luas...
Maka sangat tidak etis bila seorang hamba mengkritik keputusan Allah... 
Kewajiban hamba adalah sabar dan ridho dalam menghadapi ketentuan-Nya... 
Dan yakin bahwa Allah tidak akan pernah mendzholimi hamba hamba-Nya... 
Namun hambalah yang dzholim... 
Ingatlah, musibah Bisa Jadi Kebaikan Yang Tertunda...
Musibah Adalah Salah Satu Bentuk Ujian Yang Diberikan Allah Kepada Manusia... 
Dan itu adalah Sunnatullah Yang Berlaku Atas Para Hamba-Nya...
Tidak hanya Berlaku untuk Orang-orang Yang Lalai dan Jauh dari Agama Saja, namun juga menimpa Orang-orang Mukmin dan Orang-orang Yang Bertakwa...
Bahkan, Semakin Tinggi Kedudukan Seorang Hamba di Sisi Allah, maka Semakin Berat Ujian dan Cobaannya..  
Karena Dia hendak Menguji Keimanan Dan Ketabahan Hamba yang dicintai-Nya...
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam Bersabda,
”Barang Siapa Yang Dikehendaki Oleh Allah Kebaikan Maka Allah Akan Menimpakan Musibah Kepadanya.”
(HR. Al Bukhari)

Jumat, 24 Juli 2026

 Syaikh ‘Utsaimin Rahimahullah Mengatakan,
“Hari-hari Berlalu Dan Akupun Tidak Tahu. Apakah Aku Semakin Bertambah Dekat Dengan Allah Ataukan Semakin Menjauh Dari-Nya.”
(Al-Qoulul Mufid ’Ala Kitab At-Tauhid Hlm. 83)
Ibnu Mas’ud ra. Berkata:
“Tiada Yang Pernah Kusesali Selain Keadaan Ketika Matahari Tenggelam, Ajalku Berkurang (Usia Bertambah), Namun Amalanku Tidak Bertambah..” 
[Miftahul Afkar]
 Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan:
"Sakit merupakan zakat (penyuci) bagi badan, sebagaimana sedekah merupakan penyuci bagi harta. Setiap raga yang tidak pernah merasakan sakit, seperti harta yang tidak pernah dizakati."
Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawa’izhuhu hlm. 53

Jumat, 17 Juli 2026

 Sesungguhnya tidak ada yang lebih dekat dengan kita daripada Allah...

Bahkan diri kita sendiri, kalah dekat daripada Allah...

Kita sama sekali tidak mengetahui bagaimana proses pergerakan tangan, dimulai dari kulit kita sebagai sensor, hingga otot kita sebagai penggeraknya...

Kita juga tidak mengetahui masa depan kita bagaimana...

Namun, Allah Maha Mengetahui itu semua, bahkan detil terkecil juga mengetahuinya...

Allah Maha Mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita, jika hajat-hajat kita belum terkabul...

Allah pasti memberikan yang lebih baik dari yang kita pinta kepada-Nya...

Karena itu tetaplah berdoa, istiqomah, lalu berprasangka baik kepada Allah...

Dan jangan sombong, dengan tidak mau meminta kepada Allah...


Dalam Alquran disebutkan,

“Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)" (Qs. Hud : 61)


Jumat, 10 Juli 2026

 Beberapa orang suka bepergian...

Ada yang suka ke luar negeri...

Ada yang suka pendakian gunung...

Ada yg suka pemandangan laut...

Ada yg suka keheningan hutan ...

Macam²lah kesukaan mereka, yang penting plesir...

Mereka berusaha menjadi orang yang paling bahagia di luaran sana... 

Namun ternyata, semuanya kembali ke rumah masing-masing...

Pasti capek setelah plesir, dan rumahlah tempat kembali terindah...


ÙˆَاللَّÙ‡ُ جَعَÙ„َ Ù„َÙƒُÙ…ْ Ù…ِÙ†ْ بُÙŠُوتِÙƒُÙ…ْ سَÙƒَÙ†ًا 


"...dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal" (QS an-Nahl 80) 


Rumah yang nyaman untuk beristirahat...

Rumah yang bisa memberikan ketenangan, tempat bernaung, dan berlindung... 

Serta penuh gemuruh kehangatan, dan canda tawa anggota keluarga...

Harta paling berharga adalah keluarga yang harmonis, damai dan bahagia ...

Itu harapan kebanyakan manusia...


Begitu juga dengan akhirat ...

Setelah melancong beberapa saat, tentu manusia itu akan kembali...

Kampung akhirat, kampung halaman...

Setelah capek plesir, tentu ia akan kembali ke kampung halamannya...

Untuk beristirahat dengan nyaman...

Namun kenyamanan itu didapatkan sesuai dengan amal ketika plesir di dunia ...

Jika plesir itu sesuai dengan syariat Allah dengan segala perbuatan amal baik, maka ia akan mendapatkan tempat kembali yang nyaman...

Begitu juga sebaliknya...

Jika amal perbuatan buruk dilakukan selama plesir di dunia, maka tempat kembalinya jauh dari kenyamanan ...

Yakni rumah api yang sangat membakar ...

Na 'Udzubillahi min Dzalika...


Jumat, 03 Juli 2026

 


Melepas harapan kepada makhluk memang tak pernah mudah...

Tetapi perlu kita ketahui, bahwa menaruh rasa harap kepada makhluk hanya akan menambah rasa gelisah...

Kadangkala malah mendapatkan kekecewaan yang mendalam...

Pelan², mari kita berbenah diri... 

Apapun kebaikan yg telah kita upayakan saat ini, niatkan hanya mencari ridlo nya Allah...

Meski kadangkala kebaikan itu diabaikan atau bahkan disalah pahami, atau bahkan sampai tidak di apresiasi... 

Tidak mengapa, karena kebaikan itu akan tetap tercatat disisi Allah walaupun tak ada makhluk pun yg mengingat atau menghargai kebaikan itu...

Karena niat di awal hanya untuk mencari keridloan Allah...

Jika kita mendapatkan kesulitan...

Maka cukuplah semua kesulitan menjadi penebus dosa kita...

Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami pasti menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155)


Bila kita mampu bersabar, ujian menjadi salah satu bentuk rahmat pembersih dosa-dosa. "Tidak ada penderitaan, kesengsaraan, sakit, kesedihan dan bahkan juga kekalutan yang menimpa seorang mukmin, melainkan dengan semua itu dihapuskan dosa-dosanya." 

(Muslim: 4670). 


Teruslah berusaha dan berdoa, karena apapun hasilnya, baik itu sukses atau gagal, sesungguhnya semua itu sudah ditentukan oleh Allah...

Dan tetaplah berharap dan bergantung hanya kepada Allah,  terserah Dia, pasti Dia memberikan hasil yang terbaik bagi kita...