Pilih mana, diam, mager atau bergerak...?
Ibarat sebuah Kapal...
Kapal bukan dibuat untuk diam di pelabuhan...
Dia memang akan aman bila berada disana...
Tapi bukan untuk itu Kapal dibuat...
Kapal dibuat untuk berlayar di lautan luas...
Kapal harus menanggung beban yang sesuai kapasitasnya...
Di tengah perjalanan nanti, pasti akan ada ombak yang menerjang, karang yang menongol, dan badai yang menyerang...
Ada kemungkinan kapal ini karam, terbalik di tengah laut, atau selamat sampai tujuan...
Terlihat berat, tapi bukankah memang itu tujuan kapal dibuat...?
Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata
إني لأكره أن أرى الرجل فارغا ، لا في عمل الدنيا ولا في عمل الآخرة
Sungguh aku membenci orang yang diam menganggur yakni ia tidak lakukan kesibukan dunia maupun amalan akhirat (Diriwayatkan ath-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir)
Seperti itu juga kita...
Manusia diciptakan bukan untuk diam, tapi untuk “bergerak”....
Ketika Allah berfirman kepada para Malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…” (QS. Al-Baqarah: 30)
Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini
akan ada banyak rintangan dalam menjalaninya...
In Syaa Allah, semua itu pasti sesuai kapasitas kita,
tak akan pernah melebihi kemampuan kita...
Andaikan terasa berat, mungkin Allah sedang merencanakan kenaikan “derajat” bagi kita...
Tidak ada yang berlebihan, Allah Maha Mengetahui...
Allah Maha Baik...
Dan Allah Maha Penolong...