Kata-kata syukur itu mudah diucapkan, namun sangat sulit di implementasikan...
Syukur itu kunci kenikmatan...
Harta banyak, istri cantik dan sholihah, anak yang cerdas dan penurut, semuanya akan terasa hampa bahkan tidak puas dihati, jika tidak ada rasa syukur...
Padahal sesuatu yang sedikit, namun disyukuri, malah bisa menambah kenikmatan sesuatu yang sedikit itu...
Sesungguhnya syukur akan terus menambah nikmat dan membuat nikmat itu terus ada...
Ibnu Abid Dunya menyebutkan hadits dari ‘Abdullah bin Shalih, ia berkata bahwa telah menceritakan padanya Abu Zuhair Yahya bin ‘Athorid Al Qurosyiy, dari bapaknya, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Allah tidak mengaruniakan syukur pada hamba dan sulit sekali ia mendapatkan tambahan nikmat setelah itu". Karena Allah Ta’ala berfirman,
“Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian.” (QS. Ibrahim: 7) (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 124)
Al Hasan Al Bashri berkata, “Sesungguhnya Allah memberi nikmat kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Jika seseorang tidak mensyukurinya, maka nikmat tersebut berbalik jadi siksa.”
Ibnul Qayyim berkata, “Oleh karenanya orang yang bersyukur disebut hafizh (orang yang menjaga nikmat). Karena ia benar-benar nikmat itu terus ada dan menjaganya tidak sampai hilang.” (‘Uddatush Shobirin, hal. 148)
Dalam hadits disebutkan,
“Sesungguhnya seseorang terhalang mendapatkan rezeki karena dosa yang ia perbuat.” (HR. Ibnu Majah no. 4022. Hadits ini adalah hadits dho’if kata Syaikh Al Albani)
Ingatlah, salah satu implementasi syukur adalah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan...