Al-lmam Hasan Al-Bashri Rahimahullah Berkata:
"Wahai para pemuda, wajib bagi kalian untuk mengejar negeri akhirat. Kami banyak melihat orang yang mengejar akhirat dia mendapatkan pula dunianya.
Namun kami tidak melihat ada seseorang yang mengejar dunia tapi dia mendapat akhirat bersama dunianya." (AI Baihaqi; Kitab Az-Zuhd No.12)
Jika sesuatu itu penting, kita pasti menyiapkan waktu terbaik untuknya.
Begitu pula dengan shalat. Ia bukan sekadar kewajiban yang dilakukan sekadarnya, tetapi simbol ketundukan, cinta, dan penghormatan kepada Allah. Menyisihkan waktu untuk datang lebih awal sebelum iqamah bukan hanya soal disiplin waktu, tetapi cerminan hati kita memuliakan ibadah ini.
Berkata Sufyan ats-Tsauri rahimahullah,
"Kedatanganmu (di masjid) sebelum iqamah dikumandangkan adalah satu bentuk pemuliaanmu terhadap ibadah shalat." (Fathul Bari karya Ibnu Rajab 3/533).
Bayangkan, ketika kita memiliki janji dengan seseorang yang kita hormati, tentu kita berusaha hadir lebih awal. Lalu, bagaimana dengan janji pertemuan kita dengan Allah? Sudahkah kita mempersiapkannya dengan waktu yang terbaik?
Mari jadikan shalat bukan hanya tentang menggugurkan kewajiban, tetapi sebuah kehormatan yang kita syukuri setiap hari. Semakin awal kita datang, semakin terasa nikmatnya beribadah kepada-Nya.