Jumat, 31 Juli 2026

 
Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, 
Lebih baik aku menggigit bara api hingga dingin daripada aku mengatakan tentang takdir yang Allah telah tentukan, "seandainya itu tidak terjadi". (Az Zuhd no 128 - Imam Abu Dawud)
Allah menentukan segala takdir berdasarkan ilmu dan hikmah... 
Dan ilmu Allah sempurna dan tidak ada kekurangannya... 
Sedangkan ilmu hamba hanyalah setetes samudra yang amat luas...
Maka sangat tidak etis bila seorang hamba mengkritik keputusan Allah... 
Kewajiban hamba adalah sabar dan ridho dalam menghadapi ketentuan-Nya... 
Dan yakin bahwa Allah tidak akan pernah mendzholimi hamba hamba-Nya... 
Namun hambalah yang dzholim... 
Ingatlah, musibah Bisa Jadi Kebaikan Yang Tertunda...
Musibah Adalah Salah Satu Bentuk Ujian Yang Diberikan Allah Kepada Manusia... 
Dan itu adalah Sunnatullah Yang Berlaku Atas Para Hamba-Nya...
Tidak hanya Berlaku untuk Orang-orang Yang Lalai dan Jauh dari Agama Saja, namun juga menimpa Orang-orang Mukmin dan Orang-orang Yang Bertakwa...
Bahkan, Semakin Tinggi Kedudukan Seorang Hamba di Sisi Allah, maka Semakin Berat Ujian dan Cobaannya..  
Karena Dia hendak Menguji Keimanan Dan Ketabahan Hamba yang dicintai-Nya...
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam Bersabda,
”Barang Siapa Yang Dikehendaki Oleh Allah Kebaikan Maka Allah Akan Menimpakan Musibah Kepadanya.”
(HR. Al Bukhari)

Jumat, 24 Juli 2026

 Syaikh ‘Utsaimin Rahimahullah Mengatakan,
“Hari-hari Berlalu Dan Akupun Tidak Tahu. Apakah Aku Semakin Bertambah Dekat Dengan Allah Ataukan Semakin Menjauh Dari-Nya.”
(Al-Qoulul Mufid ’Ala Kitab At-Tauhid Hlm. 83)
Ibnu Mas’ud ra. Berkata:
“Tiada Yang Pernah Kusesali Selain Keadaan Ketika Matahari Tenggelam, Ajalku Berkurang (Usia Bertambah), Namun Amalanku Tidak Bertambah..” 
[Miftahul Afkar]
 Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan:
"Sakit merupakan zakat (penyuci) bagi badan, sebagaimana sedekah merupakan penyuci bagi harta. Setiap raga yang tidak pernah merasakan sakit, seperti harta yang tidak pernah dizakati."
Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawa’izhuhu hlm. 53

Jumat, 17 Juli 2026

 Sesungguhnya tidak ada yang lebih dekat dengan kita daripada Allah...

Bahkan diri kita sendiri, kalah dekat daripada Allah...

Kita sama sekali tidak mengetahui bagaimana proses pergerakan tangan, dimulai dari kulit kita sebagai sensor, hingga otot kita sebagai penggeraknya...

Kita juga tidak mengetahui masa depan kita bagaimana...

Namun, Allah Maha Mengetahui itu semua, bahkan detil terkecil juga mengetahuinya...

Allah Maha Mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita, jika hajat-hajat kita belum terkabul...

Allah pasti memberikan yang lebih baik dari yang kita pinta kepada-Nya...

Karena itu tetaplah berdoa, istiqomah, lalu berprasangka baik kepada Allah...

Dan jangan sombong, dengan tidak mau meminta kepada Allah...


Dalam Alquran disebutkan,

“Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)" (Qs. Hud : 61)


Jumat, 10 Juli 2026

 Beberapa orang suka bepergian...

Ada yang suka ke luar negeri...

Ada yang suka pendakian gunung...

Ada yg suka pemandangan laut...

Ada yg suka keheningan hutan ...

Macam²lah kesukaan mereka, yang penting plesir...

Mereka berusaha menjadi orang yang paling bahagia di luaran sana... 

Namun ternyata, semuanya kembali ke rumah masing-masing...

Pasti capek setelah plesir, dan rumahlah tempat kembali terindah...


وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا 


"...dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal" (QS an-Nahl 80) 


Rumah yang nyaman untuk beristirahat...

Rumah yang bisa memberikan ketenangan, tempat bernaung, dan berlindung... 

Serta penuh gemuruh kehangatan, dan canda tawa anggota keluarga...

Harta paling berharga adalah keluarga yang harmonis, damai dan bahagia ...

Itu harapan kebanyakan manusia...


Begitu juga dengan akhirat ...

Setelah melancong beberapa saat, tentu manusia itu akan kembali...

Kampung akhirat, kampung halaman...

Setelah capek plesir, tentu ia akan kembali ke kampung halamannya...

Untuk beristirahat dengan nyaman...

Namun kenyamanan itu didapatkan sesuai dengan amal ketika plesir di dunia ...

Jika plesir itu sesuai dengan syariat Allah dengan segala perbuatan amal baik, maka ia akan mendapatkan tempat kembali yang nyaman...

Begitu juga sebaliknya...

Jika amal perbuatan buruk dilakukan selama plesir di dunia, maka tempat kembalinya jauh dari kenyamanan ...

Yakni rumah api yang sangat membakar ...

Na 'Udzubillahi min Dzalika...


Jumat, 03 Juli 2026

 


Melepas harapan kepada makhluk memang tak pernah mudah...

Tetapi perlu kita ketahui, bahwa menaruh rasa harap kepada makhluk hanya akan menambah rasa gelisah...

Kadangkala malah mendapatkan kekecewaan yang mendalam...

Pelan², mari kita berbenah diri... 

Apapun kebaikan yg telah kita upayakan saat ini, niatkan hanya mencari ridlo nya Allah...

Meski kadangkala kebaikan itu diabaikan atau bahkan disalah pahami, atau bahkan sampai tidak di apresiasi... 

Tidak mengapa, karena kebaikan itu akan tetap tercatat disisi Allah walaupun tak ada makhluk pun yg mengingat atau menghargai kebaikan itu...

Karena niat di awal hanya untuk mencari keridloan Allah...

Jika kita mendapatkan kesulitan...

Maka cukuplah semua kesulitan menjadi penebus dosa kita...

Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami pasti menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155)


Bila kita mampu bersabar, ujian menjadi salah satu bentuk rahmat pembersih dosa-dosa. "Tidak ada penderitaan, kesengsaraan, sakit, kesedihan dan bahkan juga kekalutan yang menimpa seorang mukmin, melainkan dengan semua itu dihapuskan dosa-dosanya." 

(Muslim: 4670). 


Teruslah berusaha dan berdoa, karena apapun hasilnya, baik itu sukses atau gagal, sesungguhnya semua itu sudah ditentukan oleh Allah...

Dan tetaplah berharap dan bergantung hanya kepada Allah,  terserah Dia, pasti Dia memberikan hasil yang terbaik bagi kita...




Jumat, 26 Juni 2026

 Terkadang kita lebih hebat menilai kekurangan orang lain daripada kekurangan diri sendiri... 

Padahal, kalau kita mau jujur, kekurangan kita jauh terlihat lebih banyak jika kita menggunakan cermin terbaik...

Ingatlah cermin terbaik itu hati kita sendiri...

Cermin terbaik itu bebas kotoran, bebas debu, dan bebas dari segala sesuatu yang dapat menghalangi kemampuan cermin itu...

Demikian juga hati yang baik...

Semakin baik hati seseorang, maka ia bebas dari segala penyakit hati yang dapat mengotorinya...

Hasad, hasud, iri, dengki, riya, pamer, itu beberapa contoh penyakit hati...

Sebagai seorang muslim, tugas kita bukanlah menjadi hakim atas hidup orang lain...

Tugas kita adalah memperbaiki diri, menambal kekurangan, dan menutup aib kita sendiri...

Dengan bantuan hati, semua aib diri sendiri dapat terlihat, sehingga dapat diperbaiki dan ditambal dengan baik ...

Karena itu, jujur saja, siapa sih yang tidak punya aib...? 

Siapa sih yang tidak punya dosa dan kesalahan...?

Kita semua pasti punya sisi gelap, suatu cerita yang tidak ingin diketahui orang lain... 

Bukankah Allah Maha Penyayang karena masih menutupi semua itu...?

Bayangkan, andaikan Allah langsung membongkar aib kita setiap kali kita salah, mungkin kita sudah tidak punya muka untuk berhadapan dengan siapa pun...

Tapi Allah tidak demikian, karena Dia masih memberikan waktu supaya kita sadar, introspeksi, dan berubah menjadi lebih baik...

Jadi, kenapa kita tidak bisa melakukan hal yang sama ke orang lain...?

Fokuslah memperbaiki diri...

 Jangan biarkan waktumu habis untuk mempermasalahkan orang lain... 

Karena pada akhirnya, yang Allah tanyakan kepada kita kelak, bukanlah aib mereka, tapi aib kita, hasil perbuatan kita sendiri...

"Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar (berita) perbuatan yang sangat keji itu tersiar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." ( Surah An-Nur :19)


Jumat, 19 Juni 2026

 Innalillahi wa Inna ilaihi rojiun..

Seorang mukmin apabila ia ditimpa ujian dan cobaan hidup, niscaya dia akan bersabar...

Dia yakin, bahwa dibalik itu terkandung hikmah yang mendalam dari sisi Allah...

Rasulullah Salallahu a'laihi wassallam bersabda :

" Aku benar benar takjub kepada perkara seorang mukmin. Sesungguhnya semua perkaranya itu baik baginya. Dan hal itu tidak dimiliki oleh seorang pun, kecuali seorang mukmin.

Yakni, bila dia ditimpa sesuatu yang menyenangkan, niscaya dia bersyukur, maka itu baik baginya. Dan apabila dia ditimpa sesuatu yang menyengsarakan, niscaya dia bersabar, maka itu juga baik baginya".

Diriwayatkan oleh Al Bukhari dan Muslim.


Sebaliknya orang yang tidak beriman, ketika ditimpa ujiannya dan cobaan hidup, maka dia mengira itu bagian dari sebab-akibat saja... 

Dia lupa bahwa takdir adalah milik Allah... 

Sebelum dan sesudah terjadinya...

Cobaan yang menimpanya bukanlah suatu kebetulan, namun itu adalah kehendak Allah...

Ujian dan cobaan merupakan bukti cinta Allah kepada manusia...

Rasulullah Salallahu a'laihi wassallam bersabda :

" Barang siapa yang Allah kehendaki kebaikan pada dirinya, niscaya Dia akan menimpakan cobaan dan musibah padanya ( untuk membersihkannya dari dosa-dosanya dan memberikan pahala untuknya )".

Diriwayatkan oleh Al Bukhari, Ahmad dan Malik.

Jumat, 12 Juni 2026

 

Hari Kiamat adalah hari yang besar. Hari dimana orang taat dan pelaku maksiat keduanya menyesal. Mereka yang taat menyesal, kenapa dulu tidak beramal lebih banyak dari apa yang telah dilakui. Pelaku maksiat, sesal mereka adalah sesal yang tak terperi. ‘Sekiranya kami dulu mendengarkan dan merenungi, tentu kami tidak menjadi penghuni neraka ini’, kata mereka.

Ada sebuah kisah, yang mengingatkan kita akan besarnya pertanggung-jawaban di hari Kiamat. Kisah tersebut tentang sahabat Nabi ﷺ yang bernama Abu Darda radhiallahu ‘anhu dengan seekor ontanya.

Abu Darda memiliki seekor onta yang ia beri nama Damun. Tidak pernah ia letakkan suatu barang yang tidak mampu dibawa oleh onta itu. Apabila ada seorang yang meminjam si onta, Abu Darda berpesan, ‘Engkau hanya boleh membawa barang ini dan ini padanya, karena ia tidak mampu membawa yang lebih banyak dari itu’.

Ketika serasa ajal hendak datang menjemputnya, Abu Darda memandang ontanya kemudian berkata, “Wahai Damun, jangan kau musuhi aku esok di hadapan Rabbku”, jangan kau tuntut aku pada hari Kiamat kelak di hadapan Rabbku wahai Damun, begitu kiranya kata Abu Darda. “Karena demi Allah, aku tidak pernah membebankan kepadamu kecuali yang engkau sanggupi”, tutupnya.

Semoga Allah ﷻ meridhai Abu Darda, dan mengampuni kesalahannya.

Tentu kita teringat akan diri kita. Suami akan teringat kepada istrinya, dan istri merenungkan adakah kata yang telah membebankan suami.

Adakah kita sebagai suami memberi beban yang tidak mampu diemban istri?

Adakah kita sebagai istri menuntut sesuatu yang terasa berat bagi suami?


Adakah kita mengusahakan sesuatu di dunia ini, yang nanti kita akan menyesali “Seandainya dulu aku tidak melakukan hal ini…”


Abu Darda radhiallahu ‘anhu, seorang yang shaleh, menghisab dirinya atas ontanya, tentu kita lebih layak lagi berkaca dan mengoreksi diri.

Wahai Damun, jangan kau musuhi aku esok di hadapan Rabbku. Karena demi Allah, aku tidak pernah membebankan kepadamu kecuali yang engkau sanggupi.

Kisah Abu Darda ini diambil dari potongan khotbah Jumat Syaikh Shalih bin Thaha Abdul Wahid


Jumat, 05 Juni 2026

 

Dunia bukanlah tempat tinggal yang kekal, dan itu pasti...

Sesungguhnya Allah telah mentakdirkan bahwa dunia akan berakhir dan semua penghuninya bakal meninggalkannya...

Kebanyakan manusia senang berlomba-lomba membangun apa saja, yang sesungguhnya semua itu hanya sementara, pasti akan rusak binasa dan juga pasti akan ditinggalkan...

Semua yang nampak ini pasti akan kita tinggalkan, karena itu persiapkan perjalanan panjangmu dengan membawa bekal yang terbaik...

Dan sesungguhnya bekal yang terbaik adalah iman dan taqwa...

Karena dunia ini bukan tempat tinggal yang abadi, maka sebaiknya seorang mukmin menjadi orang yang asing...

Yang selalu mencurahkan perhatiannya untuk kembali ke tempat asalnya...

Sabtu, 30 Mei 2026

 Hakikat dari ibadah qurban yaitu agar hamba tidak terlalu mencintai dunia sehingga melebihi cintanya kepada Allah. Karena cinta dunia, cinta harta, nafsu, syahwat dan cinta semu lainnya akan senantiasa menghalangi seorang hamba untuk taat kepada Allah. Allah berfirman :

"Dan di antara manusia ada orang yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah. Dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya." (Al-Baqarah ayat 207) 

Barangsiapa yang ingin tahu kedudukannya di sisi Allah, maka dia harus melihat bagaimana kedudukan Allah pada dirinya...

Jumat, 29 Mei 2026

 


Pilih mana, diam, mager atau bergerak...?

Ibarat sebuah Kapal...

Kapal bukan dibuat untuk diam di pelabuhan...

Dia memang akan aman bila berada disana...

Tapi bukan untuk itu Kapal dibuat...

Kapal dibuat untuk berlayar di lautan luas...

Kapal harus menanggung beban yang sesuai kapasitasnya...

Di tengah perjalanan nanti, pasti akan ada ombak yang menerjang, karang yang menongol, dan badai yang menyerang...

Ada kemungkinan kapal ini karam, terbalik di tengah laut, atau selamat sampai tujuan...

Terlihat berat, tapi bukankah memang itu tujuan kapal dibuat...?


Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata


‎إني لأكره أن أرى الرجل فارغا ، لا في عمل الدنيا ولا في عمل الآخرة


Sungguh aku membenci orang yang diam menganggur yakni ia tidak lakukan kesibukan dunia maupun amalan akhirat (Diriwayatkan ath-Thabrani dalam Mu’jam al-Kabir)


Seperti itu juga kita...

Manusia diciptakan bukan untuk diam, tapi untuk “bergerak”....

Ketika Allah berfirman kepada para Malaikat: 

“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi…” (QS. Al-Baqarah: 30)


Manusia diciptakan untuk menjadi khalifah di muka bumi ini

akan ada banyak rintangan dalam menjalaninya...

In Syaa Allah, semua itu pasti sesuai kapasitas kita,

tak akan pernah melebihi kemampuan kita...

Andaikan terasa berat, mungkin Allah sedang merencanakan kenaikan “derajat” bagi kita...

Tidak ada yang berlebihan, Allah Maha Mengetahui...

Allah Maha Baik...

Dan Allah Maha Penolong...


Jumat, 22 Mei 2026

 Uang 100 rb dan 50 rb palsu, kadangkala sulit kita deteksi ...

Hal ini disebabkan semakin tingginya teknologi pemalsuan uang ...

Kalau kita tidak mengenal dengan benar ciri² uang asli, tentu kita bisa terjebak dengan uang palsu ...

Demikian juga dengan Dajjal ...

Dajjal mengaku tuhan dengan kemampuan luar biasa ...

Bisa menghidupkan orang mati, merekayasa cuaca, mendatangkan kekayaan dan kemiskinan, dan masih banyak lagi kemampuan lainnya...

Jika kita tidak mengenal Allah dengan baik, tentu kita akan terpedaya dengan tipu muslihat Dajjal yang mengaku tuhan ...

Bagaimana kita bisa mengenal Allah, sedangkan kita belum pernah melihatNya ...?

Dengan terus belajar, dan mengaji Al Qur'an dan As Sunnah kepada Ustadz/ Kyai yang ma'rifat dan sholih lalu mengamalkannya....

Jumat, 15 Mei 2026

 Sesakit apapun perbuatan, ucapan, sindiran ataupun hinaan orang lain kepada kita...

Meskipun perih dihati, namun seyogyanya kita berusaha untuk memaafkannya...

Memang sulit, tapi setidaknya kita wajib berusaha...

Semoga kita juga dimaafkan dan diampuni Allah dengan limpahan RahmatNya kelak...

Sebagaimana dalam sirah dikisahkan bahwa Ali Bin Husain tersiram air panas yang menyebabkan luka oleh budaknya...

Maka sang budak segera membacakan ayat


وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ


"Mereka yang menahan marahnya"


Lalu dengan segera kemarahan Ali bin Husain mereda

Dan budaknya meneruskan


ِ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ


"Dan mereka memaafkan manusia dan Allaah mencintai orang yang berbuat kebaikan" (Surat Ali-Imran 134]

Lalu Ali bin Husain memaafkan budak tersebut dan membebaskanya, tepat ketika ia habis terguyur air panas oleh budak tersebut...

Subhanallah...



Jumat, 08 Mei 2026

 Sesungguhnya tanpa kita sadari...

Kalau sholat fardlu di rumah sendirian itu, kebanyakan terasa malas untuk sholat sunnah qobliyah dan ba'diyah...

Jangankan sholat qobliyah dan ba'diyah, sholat fardlu saja terasa malas mengerjakannya...

Membaca Al Fatihah cepat, dan cenderung salah...

Rokaat demi rakaat dilakukan cepat...

Eman sungguh eman...

Padahal jika mau sholat ke Masjid...

Meskipun jalan ke Masjid terasa berat, bagi sebagian orang...

Namun ketika sudah sampai di Masjid, terasa ringan sholat Fardlu dan sholat qobliyah dan ba'diyah ...

Hati terasa nyaman dan damai...

Belum pahala lainnya, yang dijanjikan Allah...

Sungguh keberuntungan yang berlipat ganda, jika mau sholat berjama’ah di Masjid...

Itulah karunia Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman dan mau beramal sholih sesuai syariat Nya...

Jumat, 01 Mei 2026

 Allah Maha Mengetahui apapun juga...

Baik yang nampak, tersembunyi atau yang belum ada ...

Trus ngapain kita wajib dan harus berdoa ...?

Bukankah Dia Maha Mengetahui...?

Sesungguhnya, kita ini berdoa bukan untuk menjelaskan keinginan kita kepada Allah ...

Namun menandakan kita butuh Allah...

Kita butuh keinginan kita terkabul kan ...

Dengan merendahkan diri ...

Barangsiapa yang Tidak mau Berdoa....

Maka ia telah sombong terhadap Tuhannya...

Dan kesombongan itu penyakit Iblis, penyakit tertua sebelum kita ada ...

Iblis yang sombong saja masih mau berdoa...

Meskipun Allah sudah mengetahui keinginan Iblis...

Iblis berdoa Dengan harapan dikabulkan...

Dan ternyata dikabulkan oleh Allah...

Yakni minta panjang umur hingga kiamat datang ...

Jumat, 24 April 2026

 


Dalam menjalankan amal kebaikan yang terberat itu adalah menjaga agar Istiqomah...

Memulai suatu kebaikan itu memang berat, namun menjaga agar kebaikan yang sudah dimulai tetap bisa istiqomah tentunya lebih berat lagi...

Bagi yang belum terbiasa mengerjakan sholat fardhu berjamaah dimasjid, tentu untuk memulainya adalah berat... 

Namun menjaga agar tetap Istiqomah untuk sholat fardhu berjamaah dimasjid tentunya lebih berat lagi...

Bangun di sepertiga malam lalu mengerjakan sholat tahajud, memulainya saja tentu berat... 

Namun lebih berat lagi untuk menjaga agar tetap Istiqomah bangun disepertiga malam untuk mengerjakan sholat tahajud...

Setelah ilmu didapatkan, dibutuhkan kemauan yang kuat untuk menjalankannya...

Dan untuk tetap dapat Istiqomah di jalan kebaikan di samping ilmu dan kemauan dibutuhkan juga doa, teman yang baik, kesabaran serta berusaha untuk menjauhi segala bentuk kemaksiatan...

Karena, pastilah setiap orang yang menempuh jalan kebaikan tidak akan mudah, mereka pasti akan di uji selama mereka masih hidup dengan berbagai godaan dan rintangan...

Karena itulah mengapa kita tdk boleh merasa aman dan kokoh dari fitnah dengan ilmu, gelar dan kedudukan kita, namun kita tetap harus berdoa memohon perlindungan dari Allah dan berusaha menutup pintu² datangnya fitnah...

Semoga Allah menautkan kita diatas ketaqwaan serta menganugerahkan kepada kita akhir kehidupan yg husnul khatimah...

Aamiin...


Jumat, 17 April 2026

 Janganlah engkau memandang kepada sesama manusia dengan pandangan merendahkan, hanya karena dirimu merasa lebih hebat...

Apa yang kita punya hanyalah titipan, tak sepatutnya merasa sombong...

Harta tidak akan dibawa mati, kecuali amal sewaktu masih hidup di dunia...

Sudahkah engkau memperbanyak amal baik sebagai bekal kelak setelah kematian ...?

Bahkan sedekah saja penuh perhitungan lalu berharap bisa lepas dari Hisab yang menyusahkan...

Jangan merasa mampu memasuki Surga hanya karena sedikit ibadah yang membuat bangga...

Sungguh, jika bukan rahmat dan kasih sayang-Nya engkau tak akan pernah bisa memasuki Surga dan terhindar dari Neraka...



Jumat, 10 April 2026

 


Jangan iri dan sibuk melihat rezeki orang...

Karena itu bisa membuat kita tak akan menemukan kelebihan yang sudah Allah persiapkan untuk kita... 

Bahkan mungkin kelebihan itu bisa lebih besar dari orang yang kita iri tersebut...

Fokus dengan apa yg sudah Allah percayakan kepada kita... 

Syukuri, nikmati, dan jalani apa yang kita punya...

Karena barang siapa yang bersyukur maka Allah akan menambah nikmatnya...

Yakinlah, bagian kita akan datang... 

Waktunya saja yang belum tepat...

Kadang iri kepada orang lain membuat hati kita gelap dan tertutup... 

Tertutup untuk berbuat kebaikan dan bersyukur...

Tertutup untuk beramal, yang mungkin amalan itu nanti yang dapat membuka pintu rezeki kita...

Jadi fokus.. fokus.. fokus untuk melakukan hal yang terbaik, persiapkan diri, dan jangan lupa berdoa dan berusaha...


Jumat, 03 April 2026

 Jangan menuduh sembarangan...

Sebab terdapat Hadits, walaupun sanadnya diperkirakan ada yang terputus, namun dihasankan oleh Tirmidzi...

Dari Mu'adz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu, bahwa:
"Rasulullah shalallahu alaihi wassalam bersabda,
Barang siapa menghina saudaranya karena suatu dosa, ia tidak akan mati sebelum melakukannya"

Sehingga, kalau ada seseorang yang mengatakan kepada orang lain, "kamu pencuri"...
Padahal tuduhan itu tidak benar, maka (disebutkan dalam hadits diatas) orang yang mengatakan tadi kalau dia tidak meminta maaf atau bertaubat...
Maka pasti dia akan mencuri sebelum meninggal...

Karena itu berhati²lah saudaraku dalam berucap...
Jangan menuduh sembarangan, tanpa bukti yang jelas...
Dan juga belum tentu ia mencuri meskipun terlihat seperti itu...
Mungkin matanya tidak jelas, hingga keliru...
Mungkin ia lupa/pikun ...
Mungkin ada yang sengaja menjebak dan memfitnahnya...
Sesungguhnya seorang mukmin itu tidak suka menuduh, memfitnah juga tidak suka melaknat...

Jumat, 27 Maret 2026

 Sesungguhnya rejeki itu tidak akan terambil oleh orang lain, akan tetapi ibadah seseorang tidak akan bisa digantikan oleh orang lain... 

Maksudnya, sesungguhnya Allah telah menjamin rejeki seseorang dan Dia mewajibkan orang itu untuk beramal sholih...

Bekerja itu untuk beramal sholih, bukan semata² mencari harta...

Sehingga seseorang itu diharamkan Bekerja pada pekerjaan yang haram, misalnya, mencuri, merampok, mencopet, judi, beking judi ataupun korupsi...

Kaya dan miskin itu sudah ditentukan, dan rejeki seseorang sudah dijamin kadarnya...

Jangan memaksa untuk kaya raya, hingga berbuat zholim...

Jangan biarkan dirimu hidup dengan penuh kekhawatiran akan hari esok, namun hiduplah dengan terus berusaha mencari keridloan Allah...

Jangan sibukkan dirimu dengan sesuatu yang telah Allah jamin untukmu yang dengannya engkau menjadi lupa terhadap sesuatu yang Allah wajibkan atas darimu...


Jumat, 20 Maret 2026

 Kadangkala ada teman yang lewat, lalu kita panggil dia...
Namun dia tidak menoleh, cuek ...
Kadang kita menyimpulkan, kalau dia itu sekarang sombong...
Padahal bisa jadi, teman itu terburu-buru, atau pas ngebut, atau malah tidak mendengar panggilan kita ...
Hanya karena kita tidak mampu mengelola hati, setan masuk, lalu kita berprasangka buruk...
Ih, sekarang dia sombong tuh, kemarin minta tolong, sekarang dipanggil aje gak nengok...
Subhanallah...
Itu bukanlah sifat seorang Mukmin...
Seorang mukmin itu pasti selalu menjaga hatinya dalam berkehidupan...
Mestinya dia paham, tidak ada manusia yang sempurna...
Sehingga sudah selayaknya kita bisa menjaga hati kita, sehingga tidak cepat menyimpulkan keburukan pada orang lain...
Karena sesungguhnya sekecil apapun kebaikan ataupun keburukan yang kita lakukan, meskipun dalam hati, semua itu ada hisabnya...
Semoga Allah mengampuni kita ...
Astaghfirullah...

Jumat, 13 Maret 2026

 

Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah mengatakan:

“Wahai saudara-saudaraku, kehidupan yang baik bukan hanya dengan banyaknya harta... 

Bukan hanya dengan badan yang sehat...

Memiliki banyak anak dan istri... 

Bukan dengan istana-istana yang megah dan kedudukan-kedudukan yang bagus...

Sesungguhnya kehidupan yang baik adalah ketentraman hati...

Dan tidak ada seorangpun yang lebih tentram hatinya daripada orang yang memiliki dua sifat... Yaitu keimanan dan amal shalih...

Jumat, 06 Maret 2026

 Kalau kita perhatikan, tidak ada kegagalan bagi seorang mukmin dalam Al-Qur'an...

Tidak ada istilah kegagalan dalam Al-Qur'an...

Yang ada adalah cobaan sebagai bukti kasih sayang Allah...

Dia ingin membangkitkan kemampuan istimewa dalam diri kita...

Yakni berupa kemampuan yang dimunculkan dalam diri kita, atau kemampuan kita untuk semakin dekat kepada Nya, hingga diberikan karomah diluar penalaran manusia, yang belum nampak sebelumnya...

Atau Dia hendak mengangkat derajat manusia itu disisi Nya...

Meskipun dipandang remeh diantara manusia kebanyakan...

Kecuali oleh pandangan hamba²Nya yang sholih dan bertaqwa, yang dapat melihat kelebihannya.. 

Manusia seperti ini, diremehkan dan tidak dianggap oleh manusia kebanyakan...

Namun sekali saja manusia ini berbuat baik, maka kebaikannya langsung di terima oleh Allah SWT...

Hingga Dia meridloinya...

Adakah yang lebih baik daripada keridloan Allah, penguasa alam semesta ini ...?


Jumat, 27 Februari 2026

 

Imam Asy Syafi'i rohimahullah berkata,

Muruah itu memiliki empat rukun :

- akhlak yang baik

- dermawan

- tawadhu, dan

- ibadah

(Manaqib Al Baihaqi 2/188)


Muruah adalah menjaga kehormatan diri...

Dengan menjauhi hal hal yang menjatuhkannya...

Dan melakukan perkara yang memuliakannya...

Jumat, 20 Februari 2026

 Kalau diperhatikan ada keterangan  tempat dan waktu diatas tanda tangan...

Baik itu tanda tangan akad, perjanjian, atau yang lainnya...

Betapa pentingnya masalah tempat dan waktu, hingga selalu dicantumkan terhadap sesuatu yang sangat penting dan berharga...

Demikian juga dengan amal sholih yang dilakukan seseorang...

Amal sholih yang dilakukan itu harus tepat waktu dan tempat ...

Mengingatkan seseorang yang ramai, tentu salah jika dilakukan di Masjid sewaktu mendengarkan khutbah jumat...

Mengingatkan kyai ditempat umum dihadiri banyak orang ketika ada pribadi kyai yang salah diwaktu ceramah, tentu salah....

Ingatlah amal sholih itu menjadi baik dan diterima ketika dilakukan ditempat dan waktu yang tepat ...

Jumat, 13 Februari 2026

 Kata-kata syukur itu mudah diucapkan, namun sangat sulit di implementasikan...

Syukur itu kunci kenikmatan...

Harta banyak, istri cantik dan sholihah, anak yang cerdas dan penurut, semuanya akan terasa hampa bahkan tidak puas dihati, jika tidak ada rasa syukur...

Padahal sesuatu yang sedikit, namun disyukuri, malah bisa menambah kenikmatan sesuatu yang sedikit itu...

Sesungguhnya syukur akan terus menambah nikmat dan membuat nikmat itu terus ada...

Ibnu Abid Dunya menyebutkan hadits dari ‘Abdullah bin Shalih, ia berkata bahwa telah menceritakan padanya Abu Zuhair Yahya bin ‘Athorid Al Qurosyiy, dari bapaknya, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah tidak mengaruniakan syukur pada hamba dan sulit sekali ia mendapatkan tambahan nikmat setelah itu". Karena Allah Ta’ala berfirman,

“Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian.” (QS. Ibrahim: 7)  (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 124)

Al Hasan Al Bashri berkata, “Sesungguhnya Allah memberi nikmat kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Jika seseorang tidak mensyukurinya, maka nikmat tersebut berbalik jadi siksa.”

Ibnul Qayyim berkata, “Oleh karenanya orang yang bersyukur disebut hafizh (orang yang menjaga nikmat). Karena ia benar-benar nikmat itu terus ada dan menjaganya tidak sampai hilang.” (‘Uddatush Shobirin, hal. 148)

Dalam hadits disebutkan,

“Sesungguhnya seseorang terhalang mendapatkan rezeki karena dosa yang ia perbuat.” (HR. Ibnu Majah no. 4022. Hadits ini adalah hadits dho’if kata Syaikh Al Albani)

Ingatlah, salah satu implementasi syukur adalah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan...

Jumat, 06 Februari 2026

Ketika seseorang membaca surah Al Fatihah secara jahar/ suara keras, biasanya ketika menjadi imam, maka ia membacanya secara tartil, hingga jelas terdengar benar bacaannya... 

Alhamdulillah... 

Namun ketika ia sholat secara sirr, atau sholat yang bacaannya sangat pelan suaranya, ia membacanya jauh lebih cepat daripada ia membaca secara jahar...

Padahal jika diperhatikan, Bacaan Surah Al Fatihah yang dibaca cepat itu sangat rawan salah bacaannya...

Paling ringan salahnya, tidak seperti Bacaan yang dibaca Rasulullah SAW, dan yang paling berat salahnya, ia malah membaca yang artinya, ia hanya menyembah selain Allah dan ia hanya meminta kepada selain Allah...

Subhanallah...

Allahu Akbar...

Begitu berat, sangat berat,  super berat dan diatas super berat salahnya, jika ia membaca surah Al Fatihah dengan cepat seperti itu...

Karena itu, guru² saya pernah mengatakan, sebelum bisa membaca Al-Quran, wajib bisa membaca surah Al Fatihah dengan benar. Karena Bacaan surah Al Fatihah itu bacaan sholat yang wajib, jika salah, bagaimana nasib sholatnya...? 

Bagaimana nasib agamanya...?

Pentingnya belajar ilmu tajwid, tahsin dan tidak meremehkan dengan membaca Al Qur'an secara cepat, meskipun dibaca saat sholat yg bacaannya sirr...

Kesimpulan

Bacalah surah Al Fatihah juga yang lainnya secara tartil, JANGAN cepat-cepat, baik itu saat bacaannya dibunyikan keras ataupun pelan, baik dalam sholat ataupun diluar sholat. Jika belum paham ilmunya, sangat rawan terjadi kesalahan yang fatal...!

Jumat, 30 Januari 2026

 Seseorang itu akan berpengaruh pada sesuatu dimasa kecilnya, dan terus akan membekas dengannya hingga besarnya...

Oleh sebab itulah Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk menyuruh anak kecil shalat di umur tujuh tahun dan memukulnya (jika enggan) di umur sepuluh tahun, agar mereka terbiasa...

Biasakan pula makan makanan dengan tangan kanan...

Cebok dengan tangan kiri...

Masuk Masjid kaki kanan terlebih dahulu...

Keluar dari Masjid kaki kiri terlebih dahulu...

Tidak berbuat gaduh di Masjid, namun melakukan sholat dan berdiam diri di Masjid...


Jumat, 23 Januari 2026

 Berbangga hati dan pamer kekayaan, anak2 yang sukses dan juga banyaknya gelar baik gelar dunia ataupun bukan ...

Seringkali kita jumpai...

Mungkin diri kita juga begitu ...

Padahal banyaknya kekayaan, anak-anak yang sukses juga banyaknya gelar tidak membuat takut para Malaikat apalagi Allah...

Subhanallah...

Justru itu semua menjadi bahan tembakan perhitungan yang rumit ...

Perhitungan yang membuat capek dan ketakutan...

Untuk apa hartamu...?

Bagaimana kamu mendapatkannya ...?

Untuk apa ilmu yang kamu peroleh...?

Untuk kebanggaan dan kesombongan...?

Untuk menipu dan men zolimi manusia ...?

Sungguh rumit dan detail pertanyaannya kelak ...

Dan sungguh berbahagia apabila seseorang menggunakan hartanya dijalan Allah...

Ilmunya diamalkan dengan baik, tidak untuk kebanggaan namun untuk memberikan penerangan dijalan yang gelap ...

Jumat, 16 Januari 2026

 Al-Imam Al-Hāfizh Abu Bakr  Muhammad bin Al-Husain bin 'Abdillah Al-Âjurri rahimahullahu ta'ala (280-360 H) mengatakan :

"Seyogyanya bagi orang yang dibacakan Al-Qur'an kepadanya, 

lalu orang yang membaca al- Quran tersebut salah atau keliru bacaannya, hendaknya tidak mencercanya dan hendaklah dia bersikap lembut kepadanya dan tidak kasar kepadanya dan hendaklah dia bersabar atasnya

Karena sesungguhnya aku tidak merasa aman bahwa dia akan bersikap kasar kepadanya, sehingga dia akan lari darinya dan lebih baik baginya agar tidak kembali ke masjid (karena dicerca dan dikasari) 


Dan sungguh diriwayatkan dari Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya beliau bersabda :

"Ajarilah dan jangan mencercanya, karena sesungguhnya orang yang mengajarkan lebih baik dari pada orang yang selalu mencela dan menceranya". 

(Hadits ini lemah sanadnya karena ada perowi Humaid bin Abi Suaid yang majhul, akan tetapi makna dari hadits ini adalah kebenaran dan shahih) 


Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda, 

"Sesungguhnya kalian itu diutus agar menjadi orang-orang yang memudahkan dan kalian tidak diutus sebagai menjadi orang-orang yang menyusahkan". ((HR. Bukhari : 220)) 


Karena itu mudahkanlah dan peringatan agar kita tidak menyusahkan dan membuat orang lari dari kebaikan...

Jumat, 09 Januari 2026

 Sampai kapanpun, berbohong, fitnah dan kesaksian palsu itu diharamkan bahkan termasuk dosa besar ...

Kecuali...

Berbohong untuk mendamaikan pertikaian, permusuhan hingga peperangan...

Hal ini dibenarkan sebab, manfaat yang ditimbulkan jauh lebih besar daripada keburukannya...

Dan setan itu sangat bergembira, jika ada pertikaian, permusuhan, perceraian, peperangan hingga pembunuhan...

Karena itu, hindarilah pertikaian, permusuhan, perceraian, dan peperangan, meskipun dengan berbohong untuk mendamaikannya ...


Jumat, 02 Januari 2026

 Senyum itu ibadah yg paling murah, mudah dan ringan ...

Tidak perlu kata2 dan harta ...

Namun efeknya luar-biasa ...

Usahakan selalu tersenyum bila bertemu orang lain, meskipun hati galau ...

Asalkan jangan senyum2 sendiri dalam kesunyian ...