Jumat, 31 Juli 2026

 
Ibnu Mas'ud radhiyallahu 'anhu berkata, 
Lebih baik aku menggigit bara api hingga dingin daripada aku mengatakan tentang takdir yang Allah telah tentukan, "seandainya itu tidak terjadi". (Az Zuhd no 128 - Imam Abu Dawud)
Allah menentukan segala takdir berdasarkan ilmu dan hikmah... 
Dan ilmu Allah sempurna dan tidak ada kekurangannya... 
Sedangkan ilmu hamba hanyalah setetes samudra yang amat luas...
Maka sangat tidak etis bila seorang hamba mengkritik keputusan Allah... 
Kewajiban hamba adalah sabar dan ridho dalam menghadapi ketentuan-Nya... 
Dan yakin bahwa Allah tidak akan pernah mendzholimi hamba hamba-Nya... 
Namun hambalah yang dzholim... 
Ingatlah, musibah Bisa Jadi Kebaikan Yang Tertunda...
Musibah Adalah Salah Satu Bentuk Ujian Yang Diberikan Allah Kepada Manusia... 
Dan itu adalah Sunnatullah Yang Berlaku Atas Para Hamba-Nya...
Tidak hanya Berlaku untuk Orang-orang Yang Lalai dan Jauh dari Agama Saja, namun juga menimpa Orang-orang Mukmin dan Orang-orang Yang Bertakwa...
Bahkan, Semakin Tinggi Kedudukan Seorang Hamba di Sisi Allah, maka Semakin Berat Ujian dan Cobaannya..  
Karena Dia hendak Menguji Keimanan Dan Ketabahan Hamba yang dicintai-Nya...
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wa Sallam Bersabda,
”Barang Siapa Yang Dikehendaki Oleh Allah Kebaikan Maka Allah Akan Menimpakan Musibah Kepadanya.”
(HR. Al Bukhari)

Jumat, 24 Juli 2026

 Syaikh ‘Utsaimin Rahimahullah Mengatakan,
“Hari-hari Berlalu Dan Akupun Tidak Tahu. Apakah Aku Semakin Bertambah Dekat Dengan Allah Ataukan Semakin Menjauh Dari-Nya.”
(Al-Qoulul Mufid ’Ala Kitab At-Tauhid Hlm. 83)
Ibnu Mas’ud ra. Berkata:
“Tiada Yang Pernah Kusesali Selain Keadaan Ketika Matahari Tenggelam, Ajalku Berkurang (Usia Bertambah), Namun Amalanku Tidak Bertambah..” 
[Miftahul Afkar]
 Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan:
"Sakit merupakan zakat (penyuci) bagi badan, sebagaimana sedekah merupakan penyuci bagi harta. Setiap raga yang tidak pernah merasakan sakit, seperti harta yang tidak pernah dizakati."
Adab al-Hasan al-Bashri wa Zuhduhu wa Mawa’izhuhu hlm. 53

Jumat, 17 Juli 2026

 Sesungguhnya tidak ada yang lebih dekat dengan kita daripada Allah...

Bahkan diri kita sendiri, kalah dekat daripada Allah...

Kita sama sekali tidak mengetahui bagaimana proses pergerakan tangan, dimulai dari kulit kita sebagai sensor, hingga otot kita sebagai penggeraknya...

Kita juga tidak mengetahui masa depan kita bagaimana...

Namun, Allah Maha Mengetahui itu semua, bahkan detil terkecil juga mengetahuinya...

Allah Maha Mengetahui apa-apa yang terbaik untuk kita, jika hajat-hajat kita belum terkabul...

Allah pasti memberikan yang lebih baik dari yang kita pinta kepada-Nya...

Karena itu tetaplah berdoa, istiqomah, lalu berprasangka baik kepada Allah...

Dan jangan sombong, dengan tidak mau meminta kepada Allah...


Dalam Alquran disebutkan,

“Sesungguhnya Tuhanku sangat dekat (rahmat-Nya) dan memperkenankan (doa hamba-Nya)" (Qs. Hud : 61)


Jumat, 10 Juli 2026

 Beberapa orang suka bepergian...

Ada yang suka ke luar negeri...

Ada yang suka pendakian gunung...

Ada yg suka pemandangan laut...

Ada yg suka keheningan hutan ...

Macam²lah kesukaan mereka, yang penting plesir...

Mereka berusaha menjadi orang yang paling bahagia di luaran sana... 

Namun ternyata, semuanya kembali ke rumah masing-masing...

Pasti capek setelah plesir, dan rumahlah tempat kembali terindah...


وَاللَّهُ جَعَلَ لَكُمْ مِنْ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا 


"...dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal" (QS an-Nahl 80) 


Rumah yang nyaman untuk beristirahat...

Rumah yang bisa memberikan ketenangan, tempat bernaung, dan berlindung... 

Serta penuh gemuruh kehangatan, dan canda tawa anggota keluarga...

Harta paling berharga adalah keluarga yang harmonis, damai dan bahagia ...

Itu harapan kebanyakan manusia...


Begitu juga dengan akhirat ...

Setelah melancong beberapa saat, tentu manusia itu akan kembali...

Kampung akhirat, kampung halaman...

Setelah capek plesir, tentu ia akan kembali ke kampung halamannya...

Untuk beristirahat dengan nyaman...

Namun kenyamanan itu didapatkan sesuai dengan amal ketika plesir di dunia ...

Jika plesir itu sesuai dengan syariat Allah dengan segala perbuatan amal baik, maka ia akan mendapatkan tempat kembali yang nyaman...

Begitu juga sebaliknya...

Jika amal perbuatan buruk dilakukan selama plesir di dunia, maka tempat kembalinya jauh dari kenyamanan ...

Yakni rumah api yang sangat membakar ...

Na 'Udzubillahi min Dzalika...


Jumat, 03 Juli 2026

 


Melepas harapan kepada makhluk memang tak pernah mudah...

Tetapi perlu kita ketahui, bahwa menaruh rasa harap kepada makhluk hanya akan menambah rasa gelisah...

Kadangkala malah mendapatkan kekecewaan yang mendalam...

Pelan², mari kita berbenah diri... 

Apapun kebaikan yg telah kita upayakan saat ini, niatkan hanya mencari ridlo nya Allah...

Meski kadangkala kebaikan itu diabaikan atau bahkan disalah pahami, atau bahkan sampai tidak di apresiasi... 

Tidak mengapa, karena kebaikan itu akan tetap tercatat disisi Allah walaupun tak ada makhluk pun yg mengingat atau menghargai kebaikan itu...

Karena niat di awal hanya untuk mencari keridloan Allah...

Jika kita mendapatkan kesulitan...

Maka cukuplah semua kesulitan menjadi penebus dosa kita...

Allah berfirman, “Sesungguhnya Kami pasti menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (Al-Baqarah: 155)


Bila kita mampu bersabar, ujian menjadi salah satu bentuk rahmat pembersih dosa-dosa. "Tidak ada penderitaan, kesengsaraan, sakit, kesedihan dan bahkan juga kekalutan yang menimpa seorang mukmin, melainkan dengan semua itu dihapuskan dosa-dosanya." 

(Muslim: 4670). 


Teruslah berusaha dan berdoa, karena apapun hasilnya, baik itu sukses atau gagal, sesungguhnya semua itu sudah ditentukan oleh Allah...

Dan tetaplah berharap dan bergantung hanya kepada Allah,  terserah Dia, pasti Dia memberikan hasil yang terbaik bagi kita...