Jumat, 27 Februari 2026

 

Imam Asy Syafi'i rohimahullah berkata,

Muruah itu memiliki empat rukun :

- akhlak yang baik

- dermawan

- tawadhu, dan

- ibadah

(Manaqib Al Baihaqi 2/188)


Muruah adalah menjaga kehormatan diri...

Dengan menjauhi hal hal yang menjatuhkannya...

Dan melakukan perkara yang memuliakannya...

Jumat, 20 Februari 2026

 Kalau diperhatikan ada keterangan  tempat dan waktu diatas tanda tangan...

Baik itu tanda tangan akad, perjanjian, atau yang lainnya...

Betapa pentingnya masalah tempat dan waktu, hingga selalu dicantumkan terhadap sesuatu yang sangat penting dan berharga...

Demikian juga dengan amal sholih yang dilakukan seseorang...

Amal sholih yang dilakukan itu harus tepat waktu dan tempat ...

Mengingatkan seseorang yang ramai, tentu salah jika dilakukan di Masjid sewaktu mendengarkan khutbah jumat...

Mengingatkan kyai ditempat umum dihadiri banyak orang ketika ada pribadi kyai yang salah diwaktu ceramah, tentu salah....

Ingatlah amal sholih itu menjadi baik dan diterima ketika dilakukan ditempat dan waktu yang tepat ...

Jumat, 13 Februari 2026

 Kata-kata syukur itu mudah diucapkan, namun sangat sulit di implementasikan...

Syukur itu kunci kenikmatan...

Harta banyak, istri cantik dan sholihah, anak yang cerdas dan penurut, semuanya akan terasa hampa bahkan tidak puas dihati, jika tidak ada rasa syukur...

Padahal sesuatu yang sedikit, namun disyukuri, malah bisa menambah kenikmatan sesuatu yang sedikit itu...

Sesungguhnya syukur akan terus menambah nikmat dan membuat nikmat itu terus ada...

Ibnu Abid Dunya menyebutkan hadits dari ‘Abdullah bin Shalih, ia berkata bahwa telah menceritakan padanya Abu Zuhair Yahya bin ‘Athorid Al Qurosyiy, dari bapaknya, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Allah tidak mengaruniakan syukur pada hamba dan sulit sekali ia mendapatkan tambahan nikmat setelah itu". Karena Allah Ta’ala berfirman,

“Jika kalian mau bersyukur, maka Aku sungguh akan menambah nikmat bagi kalian.” (QS. Ibrahim: 7)  (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 4: 124)

Al Hasan Al Bashri berkata, “Sesungguhnya Allah memberi nikmat kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Jika seseorang tidak mensyukurinya, maka nikmat tersebut berbalik jadi siksa.”

Ibnul Qayyim berkata, “Oleh karenanya orang yang bersyukur disebut hafizh (orang yang menjaga nikmat). Karena ia benar-benar nikmat itu terus ada dan menjaganya tidak sampai hilang.” (‘Uddatush Shobirin, hal. 148)

Dalam hadits disebutkan,

“Sesungguhnya seseorang terhalang mendapatkan rezeki karena dosa yang ia perbuat.” (HR. Ibnu Majah no. 4022. Hadits ini adalah hadits dho’if kata Syaikh Al Albani)

Ingatlah, salah satu implementasi syukur adalah melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan...

Jumat, 06 Februari 2026

Ketika seseorang membaca surah Al Fatihah secara jahar/ suara keras, biasanya ketika menjadi imam, maka ia membacanya secara tartil, hingga jelas terdengar benar bacaannya... 

Alhamdulillah... 

Namun ketika ia sholat secara sirr, atau sholat yang bacaannya sangat pelan suaranya, ia membacanya jauh lebih cepat daripada ia membaca secara jahar...

Padahal jika diperhatikan, Bacaan Surah Al Fatihah yang dibaca cepat itu sangat rawan salah bacaannya...

Paling ringan salahnya, tidak seperti Bacaan yang dibaca Rasulullah SAW, dan yang paling berat salahnya, ia malah membaca yang artinya, ia hanya menyembah selain Allah dan ia hanya meminta kepada selain Allah...

Subhanallah...

Allahu Akbar...

Begitu berat, sangat berat,  super berat dan diatas super berat salahnya, jika ia membaca surah Al Fatihah dengan cepat seperti itu...

Karena itu, guru² saya pernah mengatakan, sebelum bisa membaca Al-Quran, wajib bisa membaca surah Al Fatihah dengan benar. Karena Bacaan surah Al Fatihah itu bacaan sholat yang wajib, jika salah, bagaimana nasib sholatnya...? 

Bagaimana nasib agamanya...?

Pentingnya belajar ilmu tajwid, tahsin dan tidak meremehkan dengan membaca Al Qur'an secara cepat, meskipun dibaca saat sholat yg bacaannya sirr...

Kesimpulan

Bacalah surah Al Fatihah juga yang lainnya secara tartil, JANGAN cepat-cepat, baik itu saat bacaannya dibunyikan keras ataupun pelan, baik dalam sholat ataupun diluar sholat. Jika belum paham ilmunya, sangat rawan terjadi kesalahan yang fatal...!