Jumat, 24 November 2017

Sahabat itu bukan yang ada ketika kita senang ...
Juga bukan ketika kita sedang susah ...
Atau juga bukan ketika kita sedang kaya ataupun miskin ...

Namun sahabat itu adalah hamba yang bertaqwa, yang selalu mengingatkan kita apabila kita melakukan suatu kesalahan dan dosa dengan cara bijaksana ...
Dan yang selalu menganjurkan kebaikan juga memberikan bantuan untuk bekal negeri akhirat kelak ...

Jumat, 17 November 2017

Iri dengan Dengki itu berbeda ...
Jika Iri, berarti menginginkan dirinya sendiri untuk memiliki sesuatu yang dimiliki orang lain ...
Sedangkan Dengki yaitu, menginginkan nikmat yang diterima orang lain itu hilang ...

Dalam perkara Dunia, Iri dan Dengki tidak diperbolehkan ...
Namun untuk perkara Akhirat, Iri diperbolehkan sedangkan Dengki tetap tidak diperbolehkan ...
Mengapa ...?
Karena Allah bangga terhadap hamba2Nya yang suka berlomba2 untuk kebaikan, dimana seseorang meng-iri saudaranya yang selalu berbuat baik dengan menyedekahkan hartanya dan mengamalkan ilmunya dijalan Allah ...
Kemudian ia mengikuti langkah saudaranya itu ...

Jumat, 10 November 2017

Karunia Allah sangatlah luas ...
Namun perlu diingat, tidak semua karuniaNya itu membawa kenikmatan yang sejati ...

Contohnya masalah harta ...
Jika harta itu dipergunakan seseorang dijalan Allah, sehingga menambah ketaqwaannya, maka sesungguhnya itulah harta yang sebenarnya, yakni harta yang nikmat, berkah sampai akhirat ...
Namun jika harta itu malah menjauhkan dirinya dari Allah, sulit sholat, digunakan untuk hal2 yang tidak perlu, bermewah-mewahan dan boros, maka itulah tanda2 harta yang malah mencelakakan dirinya ...

Mungkin orang lain memandang orang itu sangat kaya, karena semua kenikmatan dunia dimilikinya, hingga orang lain iri kepadanya ...
Namun yang sesungguhnya terjadi, harta itu menjadikannya terjerumus kedalam api Neraka, kedalam MurkaNya ...
Ingatlah Fir'aun, apa yang tidak dimilikinya? Harta, kekuasaan dan kesehatan, semua dimilikinya, namun justru menghantarkannya kedalam siksaNya ...

Jumat, 03 November 2017

Andaikan engkau menyanjung Manusia yang kaya atau punya jabatan, karena ingin mendapatkan kekayaan atau jabatan dari orang tersebut ...
Maka, hilanglah 1/3 agamamu ...
Mengapa ...?
Karena sesungguhnya engkau telah menyerahkan sebagian penghambaan kepada makhluq ...
Padahal seharusnya seluruh pujian, sanjungan, harapan, doa, permintaan dan penghambaan itu hanya untuk Allah ...

Jumat, 27 Oktober 2017

Kita tidak pernah bisa merubah Al Quran ...
Namun Al Quran bisa merubah kita ...

Kalau kita mau membaca, merenungi makna dan mengamalkannya ...
Maka Al Quran akan menaungi kita dengan Rahmat Allah ...
Namun apabila kita merubah Al Quran, mengolok2 atau mengingkarinya ...
Maka bersiaplah mendapatkan adzab yang sangat pedih ...

Ingatlah, Al Quran itu Kalamullah ...
Siapakah yang berani mengolok2, merubah dan menghina Kalamullah ...?
Ingatlah pula, Allah itu pencipta kita semua, yang kekuasaanNya tidak terbatas ... !

Jumat, 20 Oktober 2017

Ilmu Tasawwuf merupakan fardlu 'ain bagi setiap Mukmin ...
Bagaikan Ruh (bathin) untuk tasawwuf dan Jasad(zhahir) untuk ilmu Fiqih, Hadis dll ...

Seseorang yang mengharap pemberian rejeki dari orang lain, itu sudah terkena penyakit bathin ...
Padahal dalam ilmu zhahir, disebutkan kalau pemberi rejeki hanyalah Allah, yang arahnya bisa darimana saja ...

Seseorang yang mengharap hilangnya kenikmatan atau rejeki orang lain, misalnya dengan memboikot, menjegal, atau memfitnahnya, itu juga penyakit bathin ...
Padahal dalam ilmu zhahir, disebutkan kalau pahala kebaikan seseorang bisa ludes tak berbekas, bagaikan api yang membakar kayu hingga jadi abu, karena sifat dengkinya itu ...

Seseorang yang selalu diberi rejeki dunia oleh orang lain, hingga ia terlena, itu juga penyakit hati ...
Karena dalam ilmu zhahir, disebutkan kalau rejeki itu hanya Allah yang memberi dan manusia itu pasti meminta imbalan karena pemberiannya itu ...
Ia pasti meminta kebaikan orang yang diberinya, yakni meminta masuk Surga terlebih dahulu, daripada orang yang ia beri rejeki ...

Jumat, 13 Oktober 2017

Manusia cenderung menunda sehingga iapun tertunda ...
Manusia telah memiliki ilmu Agama, namun ia cenderung menunda pengamalannya ...
Menunggu tua atau pensiun ...
Manusia telah memiliki ilmu Dunia, dan ia cenderung mempercepat pengamalannya ...
Mempercepat untuk memperoleh harta yang banyak dan menikmatinya ...

Padahal ia sadar, bahwa ia sendiri tidak tahu kapan ajalnya menjemput ...
Dan harta yang ia kejar dengan cepat itu tidak akan dibawanya kedalam kubur ...
Ia juga sadar, hanya amal baik yang berdasarkan ilmu Agama itulah yang menyertainya, walaupun ia sudah masuk kedalam kubur ...
Karena ia cenderung menunda, maka keridloan Allah pun bisa tertunda ...
Itu kalau ia masih sempat beramal, kalau tidak ...? Atau kalau Al Maut telah duluan menjemput ...?

Jumat, 06 Oktober 2017

Lihatlah Robot ...
Ia begitu patuh menjalankan perintah tuannya ...
Semua listing program yang diberikan kepadanya dijalankannya dengan patuh ...
Namun, Robot itu tidak memiliki ilmu hakekat, sehingga ia tidak mengenal tuannya ...

Demikian juga wahai orang2 yang menegakkan Sholat ...!
Janganlah Anda seperti Robot, menjalankan semua SyariatNya (menjalankan listing program pada Robot), namun tidak mengenal Allah, Tuhan kita ...

Ingatlah dengan Nabi Musa, Beliau ingin sekali mengenal Tuhannya, karena seringnya bercakap-cakap secara langsung dengan Allah ...
Nabi Musa ingin lebih melihat Allah dan ingin lebih mengenalNya ...!
Dan Allah berfirman, "Kamu tidak akan bisa melihat Aku, karena semua makhluq yang melihat DzatKu, mereka akan mati, binasa atau hancur" ...
Namun Nabi Musa memaksa, "Ya Allah, aku benar2 ingin melihatMu, meskipun aku akan binasa. Lebih baik aku binasa namun dapat melihat Dzat-Mu, daripada aku hidup, bercakap2 denganMu, namun tidak dapat melihat Dzat-Mu ..."
Begitulah desak Nabi Musa ...
Kemudian Allah berfirman, "Lihatlah Gunung yang tinggi besar itu, jika engkau masih melihat gunung itu berada pada tempatnya, maka engkau dapat melihaKu ..."
Kemudian dibukalah hijab keagungan-Nya maka hancur dan lenyaplah gunung itu, dan pingsanlah Nabi Musa ...

Perhatikanlah, bagaimana Nabi Musa ingin sekali mengenal Tuhannya ...
Tidak seperti Robot, robot tidak ingin mengenal tuannya karena tidak memiliki ilmu hakekat ...
Ilmu hakekat hanya dimiliki orang yang mau mempelajarinya dengan sungguh2 ...
Namun, Ilmu hakekat itu tidak bisa sembarangan didapatkan ...
Setidaknya ada beberapa jalur, yakni, melalui Mursyid atau Murabi, atau ilmu Laduni ...
Apakah itu ilmu Laduni ...?
Ilmu Laduni berasal dari kata milladunaa, yang artinya dari sisi Kami ...
Artinya Ilmu Laduni adalah ilmu dari sisiNya ...

Jumat, 29 September 2017

Manusia cenderung menghindar dari yang pasti-pasti menyertainya ...
Dan ia cenderung mengejar dari yang belum pasti menyertainya ...

Sesungguhnya manusia cenderung menghindar, dari Adzan saat berkumandang ...
Padahal manusia itu paham, kalau Allah selalu menyertainya, dimanapun dan kapanpun manusia itu berada ...
Dan Adzan itu adalah panggilan Allah untuk segera menghadapNya ...

Sesungguhnya manusia cenderung mengejar harta dunia, hingga berangkat sebelum fajar dan pulang setelah larut malam ...
Padahal manusia itu paham, kalau harta dunia itu belum tentu selalu menyertainya ...
Apalagi kalau manusia itu wafat ...

Jumat, 22 September 2017

Sebagai seorang Mukmin, wajib mempelajari 3 ilmu ini:
1. Ilmu Tauhid
2. Ilmu Fikih
3. Ilmu Tasawuf

Jika seseorang mempelajari ilmu Fikih saja tanpa mempelajari Tasawuf, maka ia bisa jatuh kepada perbuatan fasik ...
Jika seseorang mempelajari ilmu Tasawuf saja tanpa mempelajari Fikih, maka ia bisa keluar dari Islam ...

Bagaimana mungkin seseorang akan berpendapat jika ia seorang yang sudah mengenal Allah, dan menganggapnya sebagai wali, maka ia layak untuk meninggalkan sholat fardlu, karena sudah merasa dekat dengan Allah ...?

Bagaimana mungkin seseorang yang berpendapat jika ia seorang yang sudah mengenal Allah, dan menganggapnya sebagai wali, lalu ia berkata, "Aku sedang melihat Allah diufuk yang tinggi, jangan ganggu penglihatanku ini, wahai makhluq ...!"

Bagaimana mungkin seseorang berpendapat sesuatu, sedangkan ia sendiri menyalahi Nabi Muhammad SAW., yang jelas2 memiliki derajat diatas wali ...?
Bukankah Nabi Muhammad SAW., sendiri selalu mendirikan Sholat, meskipun Beliau sakit keras, dan Beliau juga tidak pernah mengaku melihat DzatNya di Bumi ini ...?

Sedikit definisi 3 ilmu diatas:
1. Ilmu Tauhid --> Ilmu yang mempelajari ketauhidan. pengenalan Dzat Allah, beserta sifat2Nya, sehingga makhluq itu sadar dirinya sendiri dan Siapakah Penciptanya. Disini agak mirip dengan tasawuf, namun bedanya, harus berdasarkan Al Quran dan Hadits Nabi yang Shohih.
2. Ilmu Fikih ---> Ilmu syariat, yang menjelaskan syariat Islam secara penuh, sehingga hamba itu mengerjakan syariat yang sesuai dengan perintah Nabi SAW.
3. Ilmu Tasawuf ---> Ilmu yang mempelajari pengenalan hamba kepada Tuhannya, namun lebih luwes dengan pengalaman pribadi dalam mengenalNya. Kencenderungan ilmu ini tidak bisa diajarkan secara penuh, namun harus diri sendiri yang berusaha mengenalNya.
Nah, disinilah titik rawannya, jika ia tidak mengenal ilmu Tauhid dan syariat ...

Jumat, 15 September 2017

Ikatlah ilmu dengan menulisnya ...
Perbanyak ikatan dengan menyebarkannya ...

Ikatan itu bisa berupa menulisnya di kitab, buku, blog atau apapun juga ...
Ingatlah, ilmu itu cahaya, dan cahaya itu mudah lenyap karena kelemahan2 kita ...
Jadikan cahaya itu menerangi sekeliling kita, sehingga kitapun memperoleh rahmat dari-Nya ...

Jumat, 08 September 2017

Jika kehormatan dilihat dari mewahnya kendaraan yang dimiliki ...
Jika kepercayaan dilihat seberapa mahal pakaian yang dikenakannya ...

Maka jangan marah ketika ada pendakwah yang minta bayaran tinggi untuk dakwahnya menyeru ke agama Allah ...
Maka jangan pula kecewa ada biro travel umrah/haji yang ngemplang duit jamaahnya ...
Sehingga, Jangan mencari pendakwah yang benar2 ikhlas menyeru dijalanNya, karena mereka semua lenyap ...
Lenyap dari pandangan masyarakat umum ...

Jumat, 01 September 2017

Seseorang telah mengadu kepada seorang Syaikh ...
Wahai Syaikh, Anda telah digunjing (dirasani) si fulan, begini dan begitu ...
Dijawab oleh Syaikh tersebut, Sesungguhnya terhadap yang engkau katakan itu jika benar, maka engkau telah menggunjing si fulan. Namun jika yang engkau katakan itu salah, maka engkau telah menfitnahnya ...
Karena itu, jauhilah tindakan mengadu-adu (tumbak cucukan), karena jika itu anda lakukan, maka anda tidak jauh berbeda dengan yang anda maksud, atau mungkin lebih buruk dari dia ...