Jumat, 30 Maret 2012

Tepatilah janjimu ...

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari janji dan sumpah mereka, karena ingin mendapatkan harta dunia (misal: sumpah palsu, bahwa tanah ini miliknya, padahal bukan miliknya) ...
Mereka itu tidak akan mendapat bagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka ...
Dan Allah tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) mereka disucikan ...
Bagi mereka azab yang sangat pedih ...

Suka mengingkari janji adalah ciri2 orang munafik ...
Dan yg termasuk dosa besar adalah sumpah palsu ...

QS 3.Ali 'Imran:76-77

بَلَىٰ مَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ وَٱتَّقَى فَإِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ
إِنَّ ٱلَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ ٱللَّهِ وَأَيْمَـٰنِهِمْ ثَمَنًا قَلِيًلا أُوْلَـٰئِكَ لاَ خَلَـٰقَ لَهُمْ فِى ٱلأَْخِرَةِ وَلاَ يُكَلِّمُهُمُ ٱللَّهُ وَلاَ يَنظُرُ إِلَيْهِمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

"Sebenarnya siapa yang menepati janji (yang dibuat)nya[janji yang telah dibuat seseorang baik terhadap sesama manusia maupun terhadap Allah] dan bertakwa, maka sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa."

"Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji(nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit (yaitu dng harta dunia), mereka itu tidak mendapat bahagian (pahala) di akhirat, dan Allah tidak akan berkata-kata dengan mereka dan tidak akan melihat kepada mereka pada hari kiamat dan tidak (pula) akan mensucikan mereka. Bagi mereka azab yang pedih."

Jumat, 23 Maret 2012

Allah Tidak Menzholimi hamba2Nya ...
Hendaklah ada segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan...
Hendaklah ada segolongan umat yang menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar...
Ma'ruf adalah segala perbuatan yang mendekatkan diri kita kepada Allah...
Munkar adalah segala perbuatan yang menjauhkan diri kita dari pada-Nya...
Apakah kelebihan orang2 yg berbuat demikian ...?
Mereka akan mendapatkan keberuntungan yg luar biasa...
Yaitu mendapatkan rahmat, pertolongan, keridloan dan ampunanNya...
Telah banyak hamba2Nya yg menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar ...
Telah didatangkan petunjuk yg sangat jelas, yakni Al Qur'an dan Al Hadits (Al Hikmah)...
Telah banyak ditampakkan bukti2 dari kebenaran ayat2 Allah...
Kebenaran ayat2 Allah yg telah ditampakkan bagi orang2 yg meyakini...
Itulah ayat-ayat Allah...
Sesungguhnya telah dibacakan ayat-ayat itu kepadamu (manusia dan jin) dengan benar...
Sesungguhnya tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya atau menzholimi hamba-hamba-Nya...
Bagi hamba2Nya yg tdk mengikuti petunjuk yg telah diturunkanNya, berarti dia telah menzholimi dirinya sendiri...
Sesungguhnya Allah tidak menzholimi hamba-hamba-Nya...
QS 3.Ali 'Imran:104
وَلْتَكُن مِّنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى ٱلْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنْكَرِ وَأُوْلَـٰئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ
"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar[Ma'ruf: segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah; sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari pada-Nya]; merekalah orang-orang yang beruntung."
QS 3.Ali 'Imran:108
تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱللَّهِ نَتْلُوهَا عَلَيْكَ بِٱلْحَقِّ وَمَا ٱللَّهُ يُرِيدُ ظُلْماً لِّلْعَـٰلَمِينَ
"Itulah ayat-ayat Allah. Kami bacakan ayat-ayat itu kepadamu dengan benar; dan tiadalah Allah berkehendak untuk menganiaya hamba-hamba-Nya."

Jumat, 16 Maret 2012

Haruskah Do'a selalu sekarang terkabul ...?

Kadangkala manusia berdo'a, namun selesai berdo'a, do'anya tdk segera terjawab ...
Ditunggu, satu hari-dua hari, namun do'anya belum juga dikabulkan ...
Sehingga manusia tersebut berputus-asa dan menyangka kalau do'anya tidak akan terkabulkan ...

Jangan... janganlah demikian, karena sesungguhnya keputusasaan dan menghentikan do'a itu merugikan kita ...
Menghentikan do'a menyebabkan tidak terkabulnya do'a tersebut ...
Allah pasti mengabulkan do'a hamba2Nya yg berdo'a dan meminta kepadaNya dengan sungguh2 dan penuh harap ...
Karena itu janganlah menghentikan do'a dan janganlah berputus-asa dalam berdo'a ...
Terserah Allah, kapan Do'a itu dikabulkan, karena hanya Allah yg tahu, kapan (cepat atau tidaknya) dan bagaimana kebaikan terkabulnya do'a kita ...
Allah adalah Tuhan kita, sehingga janganlah sok "memaksa" Allah supaya disegerakan terkabulnya do'a kita ...
Kita hanyalah hambaNya, Allah Tuhan kita, dan penentu segala sesuatu hanyalah Allah, Allah yg Mahamemaksa, bukan kita ...
Kita hanya dapat berharap dengan sungguh2 dan dengan segala kerendahan hati, supaya Allah memperkenankan dan mengabulkan do'a kita ...

Sesungguhnya Nabi Zakariya as. berdo'a:"Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa."
Nabi Zakariya as. terus berdo'a dan berharap akan terkabulnya do'a tersebut, tanpa putus asa ...
Kemudian Allah mengabulkan Do'a Nabi Zakariya as. setelah Beliau berumur 90 tahun ...!!!
Dan isteri Nabi Zakaria a.s., yg bernama Hanna, adalah seorang istri yang mandul ...
Sesungguhnya Allah menggembirakan Nabi Zakaria a.s. dengan kelahiran seorang putera bernama Yahya, yang juga seorang Nabi ...

Padahal dengan umur yang sudah sangat tua (90 tahun) dan istri yang mandul, Nabi Zakaria a.s takjub dan heran, karena akan diberi seorang putra ...
"Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?."
Berfirman Allah: "Demikianlah, Allah berbuat apa-apa yang dikehendaki-Nya..."

QS 3.Ali 'Imran:38-40

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ قَالَ رَبِّ هَبْ لِى مِن لَّدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً إِنَّكَ سَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ
فَنَادَتْهُ ٱلْمَلَـٰئِكَةُ وَهُوَ قَائِمٌ يُصَلِّى فِى ٱلْمِحْرَابِ أَنَّ ٱللَّهَ يُبَشِّرُكَ بِيَحْيَـىٰ مُصَدِّقاً بِكَلِمَةٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَسَيِّدًا وَحَصُورًا وَنَبِيًّا مِّنَ ٱلصَّـٰلِحِينَ
قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِي غُلَـٰمٌ وَقَدْ بَلَغَنِي ٱلْكِبَرُ وَٱمْرَأَتِى عَاقِرٌ قَالَ كَذَٰلِكَ ٱللَّهُ يَفْعَلُ مَا يَشَآءُ

"Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: "Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa.""

"Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): "Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat[membenarkan kedatangan seorang nabi yang diciptakan dengan kalimat kun (jadilah) tanpa bapak yaitu nabi Isa a.s] (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.""

"Zakariya berkata: "Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan isteriku pun seorang yang mandul?." Berfirman Allah: "Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya.""

Jumat, 17 Februari 2012

Sesungguhnya Allah telah menyuruh kita supaya selalu belajar dan mencari ilmu ...
Sesungguhnya ilmu itu cahaya terang yg menerangi ...
Semakin dipelajari, semakin teranglah jalan yg ditempuh ...
Sehingga idealnya, semakin berilmu, semakin tunduklah manusia itu kepada Sang Pencipta ...
Namun, beberapa manusia malah berlaku sebaliknya ...
Semakin berilmu, semakin sombonglah ia ...
Semakin berilmu, semakin ia tdk membutuhkan Allah ...
Semakin berilmu, semakin ia meremehkan orang lain ...
Jika demikian, sia2-lah ia mencari ilmu ...
Ilmu itu tdk menjadikannya dekat kepada Allah ...
Malah menjadikannya semakin jauh dari Allah ...
Ilmu yg semestinya menjadi cahaya terang, malah dipadamkan cahayanya ...
Setiap kali cahaya dari ilmu memancar terang, setiap kali pula dipadamkannya ...
Dengan kesombongan, dan keangkuhan ...
Merasa tdk butuh Allah ...
Merasa bisa segalanya ...
Maka berilah mereka peringatan, karena sesungguhnya kita hanyalah orang yang memberi peringatan ...
Supaya mereka kembali kepada Allah ...
Sesungguhnya kewajiban Allah-lah menghisab mereka ...
Kewajiban kita hny menyampaikan saja ...
QS 88.Al Ghaasyiyah:17-21
أَفَلاَ يَنظُرُونَ إِلَى ٱلإِبِلِ كَيْفَ خُلِقَتْ
وَإِلَى ٱلسَّمَآءِ كَيْفَ رُفِعَتْ
وَإِلَى ٱلْجِبَالِ كَيْفَ نُصِبَتْ
وَإِلَى ٱلأَْرْضِ كَيْفَ سُطِحَتْ
فَذَكِّرْ إِنَّمَآ أَنتَ مُذَكِّرٌ
"Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta bagaimana dia diciptakan,"
"Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? "
"Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? "
"Dan bumi bagaimana ia dihamparkan? "
"Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan."
QS 88.Al Ghaasyiyah:25-26
إِنَّ إِلَيْنَآ إِيَابَهُمْ
ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُم
"Sesungguhnya kepada Kami-lah kembali mereka,"
"kemudian sesungguhnya kewajiban Kami-lah menghisab mereka."

Jumat, 10 Februari 2012

Jangan membanggakan keturunan/nasab ...
Keutamaan nenek moyang adalah milik mereka ...
Keutamaan milik kita harus kita usahakan sendiri ...
Jangan suka bergantung pada manusia ...
Namun selalu bergantunglah pada Allah Tuhan Semesta Alam ...
Kebaikan dan dosa manusia tidak akan ditanggung manusia lainnya ...
Masing2 menanggung amal kebaikan dan dosanya sendiri ...
Berusahalah untuk masa depanmu dan keluargamu ...
Dengan selalu bergantung kepada Allah Tuhan Semesta Alam ...
Masa depan yg pasti dilalui ...
Dengan bekal yg abadi ...
Yaitu bekal unt kehidupan setelah kematian yg pertama ...

QS 2.Al Baqarah:141

تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ وَلاَ تُسْـَلُونَ عَمَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

"Itu adalah umat yang telah lalu; baginya apa yang diusahakannya dan bagimu apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan diminta pertanggungan jawab tentang apa yang telah mereka kerjakan."

Jumat, 03 Februari 2012

Sesungguhnya setiap kebenaran datang, selalu ditentang ...
Setiap pembawa kebenaran selalu ada musuh yg melawan ...
Setiap Nabi datang selalu ada golongan2 yg menentang bahkan membunuh para Nabi ...
Kebenaran yg datang, pasti tdk sesuai dng keinginan mereka ...
Keinginan manusia yg selalu dari hawa nafsu ...
Padahal hawa nafsu selalu menyuruh pada kemungkaran ...
Sholat berjamaah dimasjid adalah berat ...
Shodaqoh, saat kita membutuhkan uang dan ingin kaya juga berat ...
Puasa dan mengendalikan hawa nafsu juga berat ...
Haji? Walaupun punya uang cukup, juga berat ...
Kecuali, bagi hamba2Nya yg istiqomah dan ikhlash dalam menjalankan semua perintahNya-lah yg selalu dimudahkan Allah dalam mencari ridloNya ...
Bagaimana cara istiqomah dan ikhlash ... ?
Selalu menjalankan perintah Allah (seperti diatas) walaupun kita dalam keberatan, kesulitan dan kemalasan ...
Dan perbanyak Istighfar serta memikirkan nikmat Allah ...

QS 2.Al Baqarah:87

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ وَقَفَّيْنَا مِن بَعْدِهِ بِٱلرُّسُلِ وَءَاتَيْنَا عِيسَى ٱبْنَ مَرْيَمَ ٱلْبَيِّنَـٰتِ وَأَيَّدْنَـٰهُ بِرُوحِ ٱلْقُدُسِ أَفَكُلَّمَا جَآءَكُمْ رَسُولٌ بِمَا لاَ تَهْوَىٰ أَنفُسُكُمُ ٱسْتَكْبَرْتُمْ فَفَرِيقًا كَذَّبْتُمْ وَفَرِيقًا تَقْتُلُونَ

"Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan Al Kitab (Taurat) kepada Musa, dan Kami telah menyusulinya (berturut-turut) sesudah itu dengan rasul-rasul, dan telah Kami berikan bukti-bukti kebenaran (mukjizat) kepada Isa putera Maryam dan Kami memperkuatnya dengan Ruhul Qudus [kejadian Isa a.s. adalah kejadian yang luar biasa, tanpa bapak, yaitu dengan tiupan Ruhul Qudus oleh Jibril kepada diri Maryam. Ini termasuk mukjizat Isa a.s. Menurut jumhur musafirin, bahwa Ruhul Qudus itu ialah malaikat Jibril]. Apakah setiap datang kepadamu seorang rasul membawa sesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengan keinginanmu lalu kamu menyombong; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang (yang lain) kamu bunuh?"

Jumat, 30 Desember 2011

Seseorang yg memiliki kelebihan, baik itu kekuatan atau ilmu yg tinggi, biasanya melupakan Allah. Mereka (tdk semua) merasa dng kekuatan, kekusaan dan ilmu yg tinggi tidak butuh pertolongan Allah, karena merasa bisa mengatasinya sendiri semua permasalahan yg dihadapi...
Kemegahan dan gemerlapnya dunia telah melupakan mereka dari mengingat Allah. Padahal mengingat Allah, mengingat Negeri Akhirat dan kematian adalah kunci menuju Ridlo dan AmpunanNya ...
Yang pada akhirnya mengantarkan manusia menuju RahmatNya yaitu mendapatkan Surga yg penuh kenikmatan dan abadi ...

Kalau melihat teladan para Nabi, Beliau2 adalah manusia2 yg mempunyai kekuatan yang besar dan ilmu yang tinggi. Namun tidak sedetikpun Beliau2 melupakan negeri Akhirat.
Tidak ada kesombongan, walaupun memiliki banyak kelebihan dibandingkan manusia biasa.
Setiap detik, setiap kesempatan selalu berdzikkir mengingat Allah, dan selalu mengingatkan manusia lainnya akan Negeri Akhirat ...
Inilah akhlak yg mulia ...

Mengingat Negeri Akhirat dan menjauhi gemerlapnya dunia adalah kunci menuju keridloanNya dan harapan yg luas untuk mendapatkan Rahmat dan AmpunanNya yg Maha Luas ...
Seperti yg tertulis dalam QS. 38.Shaad:45-46
وَاذْكُرْ عِبَادَنَا إِبْرَاهِيمَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ أُولِي الْأَيْدِي وَالْأَبْصَارِ * إِنَّا أَخْلَصْنَاهُمْ بِخَالِصَةٍ ذِكْرَى الدَّارِ
"Dan ingatlah hamba-hamba Kami: Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub yang mempunyai kekuatan-kekuatan yang besar dan ilmu-ilmu yang tinggi"
"Sesungguhnya Kami telah mensucikan mereka dengan (menganugerahkan kepada mereka) akhlak yang tinggi yaitu selalu mengingatkan (manusia) kepada negeri akhirat." (QS. Shaad:45-46)

Jumat, 16 Desember 2011

Keindahan dari permasalahan yg dihadapi, adalah dng bertawakkal kepada Allah, dimana dng bertawakkal, Allah akan memberikan kemudahan dan penyelesaian yg terbaik ...

Keindahan dari harta yg dimiliki, adalah dng menginfakkan sebagian harta tsb ...

Keindahan dalam menginfakkan harta, adalah menginfakkan dng sembunyi2, hingga TIDAK ada orang lain yg tahu, kecuali hanya Allah Yang Memberikan harta itu yg Mengetahui ...

Tiadalah rugi bagi orang yg menginfakkan hartanya dng sembunyi2, sebab Allah akan membalasnya dng menolong kita terhadap segala masalah (yg nyata ataupun yg tersembunyi) yg dihadapi baik di dunia maupun di akhirat kelak ...

Jumat, 09 Desember 2011

Sesungguhnya kesuksesan itu bukanlah dari usaha seseorang ...
Sungguh sombong seseorang yg menganggap bahwa kesuksesannya adalah dari usahanya semata ...
Tidaklah ia ingat dng hasil niaga yg melimpah namun tiba2 semuanya lenyap terbakar api tanpa sisa ?
Sesungguhnya kesuksesan itu adalah karunia Allah sebagai cobaan bagi manusia ...
Sesungguhnya kesuksesan itu didapatkan dari usaha dan do'a sebagai sikap tawaddlu seorang hamba kepada Tuhannya ...

Jumat, 25 November 2011

Ada yang mengatakan keburukan internet. Katanya gak baiklah, radikal-lah, menjadikan teroris-lah, dan masih banyak lagi.
SubhanAllah ...
Sekarang saya katakan, internet itu alat, seperti halnya buku. Buku juga alat, yakni alat untuk menyebarkan tulisan, gambar dan masih banyak lagi menggunakan media kertas.
Dengan kata lain, saya katakan internet itu Buku yang Berjalan!
Baik-buruknya tergantung si penulis!
Bertemu muka (face to face) itu memang lebih handal untuk kebaikan, namun bisa juga menjadi sebaliknya.
Menurut informasi, bertatap muka lebih handal dalam menyampaikan sesuatu. Hipnotis dan sejenisnya akan ampuh jika bertemu langsung. Kalau ternyata ketemu dengan guru atau ustadz teroris yg sebenarnya, kemudian di hipnotis atau di cuci otak, maka bisa dipastikan ia akan menjadi murid teroris yang jauh lebih patuh daripada sekedar membaca di internet.
Karena itu, mencari guru dan ustadz yang baik itu wajib, sebagai filter awal atau dasar ilmu kebaikan, namun janganlah menyalahkan internet, karena dengan internet ilmu bisa berkembang dengan sangat cepat, pengetahuan bisa lebih luas, dakwah yang baik dengan penulis yang baik pula, akan menjadikan cepat tersebarnya kebaikan di dunia ini ...
Andaikan para penulis yang baik "mogok" tidak mau menulis kebaikan atau dakwah di internet, maka internet akan di isi oleh semua keburukan, pornografi dan juga liberalis ...
Maka, apakah anda akan mengatakan "jangan meng-akses internet", yang otomatis mengatakan "tidak usah sekolah" karena sekolah s1, s2 dan s3 itu wajib mengakses internet ...
Wahai para ustad yang anti internet, yg mengatakan keburukan dan radikalisme itu dari internet, coba pikirkan sekali lagi, radikalisme yang sesungguhnya itu dari internet atau dari berguru (tatap muka) dengan orang yang SALAH ???

Jumat, 18 November 2011

Kalo qt perhatikan, ketika seseorang meregang nyawa, dapatkah qt menghambatnya dng segala teknologi dan kemampuan yg ada ?
Dapatkah qt menahan ruh itu dan mengembalikannya lagi ?
Kalo demikian siapakah sebenarnya yg berkuasa atas diri seseorang ?
Dirinya sendirikah? atau siapakah?

Ketika tangan robot mengambil suatu barang, beberapa mekanik bergerak untuk mencengkeram barang itu kemudian memindahkannya ...
Siapakah yg mengendalikan tangan robot itu? tentunya manusia pembuatnya yg mengendalikan ....

Ketika tangan qt mengambil suatu barang, otot2 manakah yg bekerja? qt kah yg mengaturnya dan mengendalikannya? padahal itu adalah tangan qt? Kalo tangan qt,dan qt yg berkuasa, tentunya qt tahu otot2 mana saja yg kita suruh unt bekerja, tp kenyataannya, pernahkah qt tahu ?

Betapa sulitnya seorang peneliti unt membuat robot yg dapat bekerja mirip manusia .....
Nah, sekarang seberapa sulitnya bagi Pembuat manusia spy manusia tsb dapat bekerja dng sempurna, menurut perhitungan manusia ?

Sungguh, seorang hamba yg berilmu (dunia) mestinya lebih takut dan jauh lebih mudah bersyukur kepada Pembuat dirinya sendiri yaitu Allah SWT, tp kenyatannya .... ?

Jumat, 11 November 2011

Tentang Takwa dan Infaq:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

"Wahai orang-orang yg beriman, Bertakwalah kalian kepada Allah dng sebenar-benar takwa kepadaNya dan janganlah kamu mati kecuali dlm kedaan Muslim". (QS Ali Imran 102)

Penjelasan Ali Imran 102:
Diriwayatkan dari Ibnu Abi Hatim dari Sa'id ibnu Jubair bahwasanya ketika turun ayat ke 102 pd surah Ali Imran ("Bertakwalah kalian kepada Allah dng sebenar-benar takwa kepadaNya"), segolongan kaum muslimin merasa berat untuk melaksanakan takwa yg sebenarnya itu. Kemudian turunlah ayat 16 pd surah At Tagabun, yg menjelaskan bahwa bertakwa adalah semampu seseorang unt melaksanakannya.

فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ وَاسْمَعُوا وَأَطِيعُوا وَأَنْفِقُوا خَيْراً لِأَنْفُسِكُمْ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ * إِنْ تُقْرِضُوا اللَّهَ قَرْضاً حَسَناً يُضَاعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ

"Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah, dan infakkanlah harta yg baik untuk dirimu. DAn barangsiapa dijaga dirinya dari kekikiran, mereka itulah orang-orang yg beruntung"

"Jika kamu meminjamkan kepada Allah dng pinjaman yg baik, niscaya Dia melipatgandakan (balasan) untukmu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Mensyukuri, Maha Penyantun" (QS. At Tagabun 16-17)

Penjelasan Surah At Tagabun 16-17:
Bertakwa adalah semampu seseorang unt melaksanakannya. Namun semakin tinggi takwa seseorang semakin beruntunglah ia, dimana semua tindak-tanduknya didunia selalu diridloiNya. Selalu ditolong Allah apapun kesulitannya, dan selalu mendapatkan ampunan dan rahmatNya.
Sedangkan dengarlah serta taatlah, maksudnya dengar dan taatilah Rasulullah SAW, sebagaimana dalam Hadits, dari Abu Hurairah r.a, dia berkata, Rasulullah SAW bersabda,"Apa yg aku larang jauhilah, dan apa yg aku perintahkan kerjakanlah sampai batas kemampuanmu (batas kesanggupanmu). Sesungguhnya Allah telah membinasakan orang2 sebelum kamu disebabkan terlalu banyak menuntut dan menentang nabi2Nya." (HR. Bukhary, 6858)

Gembirakanlah orang lain dalam beragama, dan jangan mempersulit, sesungguhnya semua amal baik dan ketakwaan kita akan sampai ketujuan, yaitu dengan ridlo Allah...
Menginfakkan harta benda pada hakikatnya adalah untuk kebaikan diri sendiri. Dengan menginfakkan harta yg baik (diibaratkan dng meminjamkan kepada Allah) niscaya Allah akan melipat-gandakan balasannya untuk manusia.
Dan Allah Maha Mensyukuri maksudnya, Allah Maha Membalas dng kebaikan yg berlipat-lipat bagi hambaNya (tanpa perhitungan) yg mau melakukan kebaikan.
Sedangkan Allah Maha Penyantun maksudnya, Allah Maha Sabar Menunggu hamba-hambaNya untuk berbuat kebaikan dng menunda SiksaNya.... Wa Allahu'alam... Subhanallah...