Jumat, 25 Maret 2022

 Punya ontel pingin punya motor, ah enaknya ...

Punya motor pingin punya mobil, wuiih, andaikan...

Punya mobil pingin punya kapal pesiar, waw, nikmatnya ...

Punya kapal pesiar pingin punya pulau, wow, luar biasa ...

Punya pulau pingin punya planet, 😳😳😳

Nikmat dunia itu emang ganas, lebih ganas dari hewan buas ...

Pingin, pingin, dan pingin lagi yg lebih banyak ...

Mengalahkan keinginan binatang buas yg paling ganas ...

Ingatlah, pasti dan pasti semua keinginanmu itu tidak akan bisa tercapai,  walau hanya seperempatnya saja ...

Remlah keinginanmu yg ganas itu dengan banyak² bersyukur ...

Bersyukur atas karunia Allah yang telah dilimpahkan Nya ...

Remlah keinginanmu lalu segera beribadah dengan menundukkan hatimu yang haus gemerlap dunia...

Jumat, 18 Maret 2022

 Hati2 dengan uang palsu ...

Uang asli dikeluarkan oleh pemerintah (BI) dan uang palsu dibuat sendiri...

Jika anda bertransaksi dengan uang palsu, niscaya belanja anda akan tertolak dan bahkan bisa dihukum...

Mengenali uang palsu itu dengan menyelidiki perbedaan yg khas diantara keduanya dan bukan persamaannya ...


Hati2 pula dengan ibadah yang palsu...

Yakni ibadah yang dibuat2 sendiri atau kelompok dan bukan merupakan syariat dari Allah melalui RasulNya ...

Jika anda beribadah dengan syariat sendiri, tentu akan tertolak ibadahnya atau bahkan bs menerima hukuman dari Allah...

Jika ada kemiripan ibadah tersebut, maka carilah perbedaan yang khas hingga anda yakin itu memang syariat palsu, buatan manusia ...

Jangan mencari kesamaannya, karena semuanya memang mirip ...

Jumat, 11 Maret 2022

 Jangan bangga jika terasa hidupmu dekat dengan Allah...

Setiap kamu berdoa, Allah selalu mengabulkannya ...

Setiap kamu meminta kepada Allah,  Dia selalu memenuhi permintaanmu...

Hingga kebanggaan itu membinasakanmu...

Engkau berdoa sekehendakmu ...

Tidak hanya untuk kebaikan namun juga untuk keburukan ...

Engkau mendoakan keburukan bagi orang-orang yang menyalahimu...

Engkau merasa paling benar, lalu mendoakan keburukan bagi yang tidak sehaluan dengan kamu ...

Wahai hamba Allah, ingatlah, Iblis itu juga selalu dikabulkan doanya ...

Minta panjang umur, dikabulkan oleh Allah...

Berdoa untuk bisa menyesatkan semua anak-anak keturunan Nabi Adam hingga hari kiamat, juga dikabulkan...

Kecuali anak-anak Nabi Adam yang Ikhlas kepada Allah, hanya ini yang tidak bisa disesatkan oleh Iblis ...

Karena itu wahai hamba Allah, jangan berbangga hati hingga takabbur karena ibadahmu ...

Ibadahmu masih kalah dengan Iblis, tapi kesombonganmu jauh diatas Iblis ...

Bertobatlah segera, dan jauhkan dirimu dari kebanggaan juga kesombongan...

Karena semua itu hanya karunia Allah kepadamu saja...

Semoga Allah mengampuni kita semua yang terkadang berbangga hati dan meremehkan yang lain ...


Jumat, 04 Maret 2022

 Saat statusmu selalu offline ...

Semua sahabat, teman dan saudaramu tidak lagi melihatmu Update status, mereplay atau bahkan hanya sekedar me-like saja ... 

Tidak ada aktivitas di medsosmu yang biasa kamu aktif didalamnya...

Itu karena kamu telah tiada lagi di dunia ini ...

Engkau telah menghadap Allah untuk mempertanggungjawabkan segala perbuatanmu sewaktu masih hidup dulu ...

Yup benar, kamu sudah tak lagi bersama mereka...

Pada hari itu, kamu sedang terbujur sendirian di lubang kubur yang sempit, dan sendirian menghadapi perhitungan akibat perbuatanmu ...

Dan ketika kamu telah pergi, yang tertinggal hanyalah huruf - huruf di postinganmu...

Karena itu, tulislah yang baik-baik di medsosmu, uploadlah segala sesuatu yang bisa membawa kebaikan...

Bukan berarti engkau orang yang sudah baik, namun engkau adalah seseorang yang ingin berbuat baik ...

Jangan sampai tulisanmu memberatkan hukumanmu kelak ...

Tulisan digital yg tahan lama, tentunya akan berakibat yang lama pula, baik itu kebaikan ataupun keburukan...

Jadikanlah tulisanmu membawa berkah dan dapat menghapuskan semua dosamu kelak ...

Kita hanya bisa berusaha menjadi baik, walaupun masih bukan menjadi orang baik ...


Jumat, 25 Februari 2022

 Ada suami istri yang berniat pergi haji ...

Uang sudah cukup selama haji dan untuk keluarganya...

Hingga suatu hari, saat hendak mendaftar ke depag, si suami mencium bau harum...

Dicarinya bau harum itu, eh, ternyata tetangga belakang rumahnya yang sedang memasak sesuatu ...

Si suami bertanya ke tetangganya, masak apa itu...?

Tetangga menjawab, memasak daging tikus ...

Si suami berkata, bukankah itu diharamkan...?

Dijawab tetangganya, Haram untuk anda, namun halal untuk kami, sebab sudah 3 hari kami tidak makan karena kami miskin ...

Si suami segera pulang ke rumah nya, dan berkata pada istrinya ...

Kita tunda dulu ya pergi haji kita, kita berikan kepada tetangga kita yg kelaparan itu...

Dikatakan oleh si penceramah yg mengisahkan cerita ini, itulah haji yang mabrur tanpa harus pergi haji...

Subhanallah, darimana ia tahu kalau itu mabrur atau tidak? Apakah Allah memberitahukan kepadanya...?

Ketahuilah, kalau sudah bertekad dengan kuat untuk melakukan perintah Allah, maka laksanakan dan jangan membatalkannya ...

Jangan dijadikan alasan menunda pergi haji karena tetangga yang kelaparan ...

Itu alasan yg dibuat² ...

Untuk pergi haji, butuh dana minimal 50 jt ...

Apakah tetangga yang kelaparan itu butuh 50 juta untuk makan ...?

Jenis makanan apa seharga 50 juta ...?

Bahkan hingga keperluan makan sebulanpun tidak sampai 50 juta ...

Anda bisa memberikan uang anda yang lain, yang tentunya Anda masih memiliki...

Sudahlah, jangan lebai, ambil semua kebaikan dan jangan sampai membatalkan kebaikan...

Pergi haji iya, membantu tetangga juga iya, semampunya ...

Karena kita tidak tahu kebaikan mana yang diterima Allah,  dan syukur Alhamdulillah, jika semua kebaikan diterimaNya ...

Mohon bagi penceramah jangan asal copas cerita, pikirkan dulu baik-baik sebelum ceramah didepan umum ...


Jumat, 18 Februari 2022

 Wahai calon istri, ketahuilah...

Ada yang suaminya rajin sholat 5 waktu di masjid dan rajin mengkhatamkan Al-Qur'an tetapi suka kasar terhadap istri, walaupun jarang ditemui...

Ada yang suaminya rajin ibadahnya tetapi ketika marah, istrinya ditinggal di tengah daerah tambak dan persawahan yang si istripun tak tahu jalan pulang, walaupun jarang dijumpai ...

Wahai calon istri, jangan mudah tertipu penampilan, akan tetapi carilah yang penampilan dan akhlaknya sesuai sunnah Nabi...

Walaupun dia bukan konglomerat...

Walaupun dia bukan ustadz... 

Karena ukuran shalih dan tidak shalih seorang lelaki bukan diukur dari dia ustadz atau bukan, hafalannya banyak atau sedikit, lulusan pondok atau bukan, tetapi dari semangatnya belajar ilmu agama... 

Kemudian mau mengamalkannya dan engkau akan bisa melihatnya dari akhlaknya ...

Memang benar, selalu sholat 5 waktu di Masjid itu termasuk salah satu tanda keshalihan seseorang, namun watak dasar seseorang yang suka memukul, keras dan pelit itu haruslah diperhatikan...

Jangan sampai menyesal, kalau sudah menjadi pasanganmu ...

Selain itu perhatikan pula, apakah ia juga berbakti kepada orangtuanya, sayang pada saudaranya sesama muslim, dan terjaga lisannya yang bukan pura-pura...

Wahai para suami ...

Genggamlah tangan istrimu...

Jagalah tiap langkahnya...

Karena engkau memiliki tanggung jawab dalam membimbing dan menuntunnya ke arah yang lebih baik...

Jangan engkau tepis tangannya...

Jangan engkau hempaskan perasaannya..

Sehingga hatinya terluka dan menangis...

Sesungguhnya suami yang terbaik agamanya, adalah yang terbaik terhadap istrinya...


Jumat, 11 Februari 2022

Wahai Saudaraku ...

Jika saat ini kita tampak hebat dan baik dimata orang, itu hanya karena Allah taala menutupi aib dan keburukan kita...

Jika tidak, maka habislah kita... 

Terpuruk, seterpuruk-puruknya... 

Malu, semalu-malunya... 

Hina, sehina-hinanya... 

Seperti tak ada lagi tempat tersedia untuk menerima kita...


Wahai Saudaraku...

Janganlah merasa sombong dan mengangap diri selalu baik serta selalu membicarakan dan menggunjing keburukan dan masa lalu orang lain...

Boleh jadi orang yang dibicarakan melakukan satu dosa tapi kita melakukan dosa lain yang bahkan lebih banyak tapi tak terlihat...

Boleh jadi dosa dan kesalahan kita jauh lebih berat dari orang yang kita bicarakan , tetapi Allah tidak membuka aib kita...

Boleh jadi orang tersebut pun mulia di hadapan Allah karena bertobat dan menangisi akan dosa dosa yg di perbuatnya...

Sedangkan kita menjadi hina di hadapanNya, karena bangga dengan amalan kita , yang mungkin tidak bernilai dihadapanNya lalu menggunjing dan membuka aib saudara kita...


Wahai Saudaraku...

Marilah berhenti membicarakan aib dan kejelekan orang lain... 

Mari kita sibuk mengoreksi diri sendiri dan memperbaiki diri...

Sungguh, kehinaan diri sendiri itu akan terlihat lebih hina dan menyakitkan ketika 'aib dan dosa² kita dibuka dihadapan seluruh makhluq di padang mahsyar kelak, karena kita suka menggunjing dan membuka aib saudara kita...

Jumat, 04 Februari 2022

 Wahai manusia...

Ada orang mencuri sedikit pisang di kebunmu, kamu penjarakan...

Ada yg hanya menyerempet motormu sedikit, eh kamu teriaki maling, hingga massa menggebukinya hingga tulang belakangnya remuk, dan tewas ...

Ada orang mencuri sebungkus kecil kerupuk kamu hajar ramai²...

Bahkan kamu sengaja menjebaknya dengan serangkaian jebakan, karena dia sering mencuri barang² remeh ...

Namun, ada yang korupsi senilai lebih dari harga sebuah motor baru yang modern, eh, malah kamu bebaskan...

Tidakkah kamu perhatikan, mengapa ia mencuri...?

Untuk mencari makan, menyambung hidup, ataukah kerakusan untuk menumpuk kekayaan ...?

Apakah sudah hilang hati nuranimu dengan keadaan itu ...?


Wahai manusia...

Pantaskah engkau hajar hingga mati, seseorang yg kamu fitnah mencuri...?

Pantaskah engkau hajar, seseorang yang mencuri karena terpaksa, untuk menyambung hidupnya...?

Mengapa tidak kamu sodaqohkan saja apa² yang mereka curi karena terpaksa...?


Wahai manusia...

Kehidupan ini bukan untuk orang kaya saja, namun juga untuk mereka yang miskin...

Tolonglah yang miskin dengan sedekahmu, atau jika kamu tidak mampu, doakan terbaik bagi mereka ...

Jangan tinggalkan mereka, mereka  miskin, padahal ada bagian dari hartamu yang berlebih untuk mereka...

Carilah keridloan Allah, dan jangan cari murka-Nya ...


Jumat, 28 Januari 2022

 Wahai ayah ...

Jangan sedih dimasa pandemi seperti ini...

Pendapatan berkurang drastis, atau malah beban pekerjaan yang berkurang drastis, hingga membuat nafasmu seakan-akan terhenti ...

Jangan mengemis kepada makhluq, kalau ayah seret pendapatannya ...

Meskipun harga² barang kebutuhan pokok melonjak drastis ...

Syukuri yang ada, meskipun semua mengolok-olok, mensukuri kamu ...

Pergunakan waktu senggangmu yang lebih banyak, bersama anak-anakmu dan istrimu ...

Gandeng tangan mereka, istrimu dan anak-anakmu, lalu peluk erat istrimu dan bimbing mereka kepada kebenaran dengan bijaksana dan penuh kehangatan kasih sayang...

Sesungguhnya salah satu Surga itu ada pada keluarga yang hangat dan romantis,  dan bukan pada uang ...


Wahai Istri ...

Hiburlah suamimu, jika raut mukanya mulai terlihat sedih ...

Bangkitkan semangatnya dengan kasih sayangmu ...

Jangan kamu rewel meminta sesuatu yang suamimu tidak sanggup memenuhinya ...

Namun dekatilah suamimu dengan muka manis dan senyum merona ...

Ingatlah, salah satu Surga itu ada pada keluarga yang hangat dan romantis,  dan bukan pada uang ...


Wahai anak ...

Sesungguhnya engkau adalah penyejuk pandangan kedua orang tuamu...

Engkau harapan kedua orang tuamu, melanjutkan cita-cita dan harapan kedua orang tuamu ...

Karena itu, jangan pergunakan waktumu untuk hal-hal yang tidak bermanfaat...

Apalagi dalam keburukan dan dosa ...

Sambutlah tangan kedua orang tuamu, dan pegang erat tangan mereka dengan senyum dan semangat berjuang yang membara ...

Engkau generasi penerus yang tidak boleh lembek apalagi mudah berputus asa .. 

Ditanganmu generasi mendatang itu menjadi baik atau buruk ...

Ingatlah, salah satu Surga itu diperuntukkan bagi anak yang berbakti pada orangtuanya,  dan bukan pada uang ...

Jumat, 21 Januari 2022

 Murid: Pak Ustadz, ada orang senangnya pamer amal, dikit² podcast amal, ternyata hidupnya kok enak ya? Kaya raya, anak-anak membanggakan, hidupnya mudah dan dihormati banyak orang. 

Tapi ada orang yang sukanya menyembunyikan amalnya, hingga tangan kirinya saja tidak mengetahui, amal apa yang dilakukan tangan kanannya, namun hidupnya tidak kaya, biasa saja, bahkan dikaruniai anak ABK, hidupnya tidak dihormati orang banyak, bahkan cenderung di bully. 

Kenapa demikian ya Tadz?

Ustadz: Muridku, apakah kamu melihat keluh kesah terhadap orang yang suka menyembunyikan amal yang kamu ceritakan itu?

Murid: Tidak ada Tadz, bahkan raut mukanya terlihat ceria dan ikhlas dalam kesehariannya.

Ustad: Ketahuilah muridku, jangan kamu memandang perbuatan Allah dari sudut pandangmu. Sesungguhnya Allah berkuasa terhadap segala sesuatu,  dimana kebanyakan manusia tidak mengetahuinya. 

Allah sanggup menghapus semua amal kebaikan seseorang yang dilakukan karena riya dan pamer. Namun Dia tidak zholim, amal baik yang dipamerkan itu langsung dikembalikan oleh Allah di dunia ini, cash. Engkau melihatnya Kaya raya, anak-anaknya membanggakan, hidupnya mudah dan dihormati banyak orang. Namun di akhirat orang itu tidak mendapatkan apa², dihapuskan amal² yg karena riya dan pamer itu, sebab sudah di berikan di dunia. 

Sedangkan orang yang engkau lihat suka menyembunyikan amal baiknya, namun terlihat hidupnya biasa saja, bahkan dikaruniai anak ABK, tidak dihormati orang banyak, bahkan cenderung di bully, itu sesungguhnya karunia dari Allah untuk menyembunyikan amalnya di dunia, namun akan diberikan penuh, bahkan jauh diluar dugaan semua orang, di akhirat. Allah memberikan karunia yang luar biasa kelak di akhirat, dimana orang-orang tidak akan menyangkanya.

Bukankah engkau melihatnya ceria dan ridlo dalam kesehariannya? Itu berarti Allah memberikan kecukupan baginya yang engkau tidak mengetahuinya. Allah meridloinya dan orang Itupun meridloi Allah. Apakah ada yang lebih baik dari itu?

Murid: Subhanallah, Astaghfirullah, Saya baru sadar Ustadz, saya malu kepada Allah dan semoga Allah mengampuni saya ...

Jumat, 14 Januari 2022

 Allah sangat menyukai hambaNya yang bertawakkal ...

Yakni mereka yang mau berusaha seoptimal mungkin, aktif, dan bukan pasif, lalu menyerahkan hasilnya kepada Allah...

Kuncilah motormu dan tempatkan di tempat semestinya lalu menyerahkannya kepada Allah perkara keamanannya...

Bukan usaha pasif, hanya menyerahkan semuanya kepada Allah, bukannya Allah telah memberikan kepada manusia dua tangan untuk mengunci motor? Mengapa tidak digunakan? ...

Tingkatan lebih tinggi yakni Taslim,  yakni lebih tinggi dari Tawakkal, mirip namun berbeda...

Terlihat pasif bagi makhluq, namun sejatinya ia sangat aktif dengan ibadah dan dzikkir ...

Karena ia sangat mencintai Allah...

Hingga Allah pun mencintainya...

Ia ridlo terhadap segala keputusan Allah, hingga Allah pun meridloinya...

Mirip orang yang divonis mati karena penyakit tertentu, tidak bisa dng pengobatan apapun, lalu ia menyerahkan segala sesuatunya kepada Allah...

Dan terkadang, pasrah dengan dzikir dan ibadah yg ikhlas, malah mendatangkan kesembuhan baginya ...

Atau kesembuhan abadi yg tidak pernah sakit lagi, yakni, kematian ...


Jumat, 07 Januari 2022

 Ada yg dikaruniai anak yg cerdas lagi membanggakan...

Namun ada pula yg dikaruniai anak yg berkebutuhan khusus ...

Ingatan lemah, bicara gag jelas, sulit menghitung walaupun sederhana, dan masih banyak lagi kelemahannya...

Karunia anak itu merupakan kehendak Allah, manusia tidak bisa menentukan...

Sikap orang tua, wajib bersyukur dan merawat anak mereka dng sepenuh hati ...

Bisa jadi mendapatkan karunia anak berkebutuhan khusus merupakan salah satu jalan ke Surga ...

Yakni saat orang lain menghina, membully, menertawakan, dan mengolok-olok, maka orang tuanya lah yang membelanya ...

Sehingga waktu yang dicurahkan kepada anak ABK jauh lebih banyak daripada anak normal...

Ingatlah, Ridlo terhadap semua pemberian dan keputusan Allah, itu merupakan tingkatan tertinggi di sisi-Nya...

Yakni Allah Ridlo kepadamu dan andapun meridloinya, maka adakah yang lebih baik dari itu...?


Jumat, 31 Desember 2021

 Tidak semua tingkat keimanan manusia itu sama ...

Ada yang keimanannya setara wali, kyai, ustadz atau hanya orang kebanyakan...

Sehingga kalau seseorang itu tertimpa musibah, tingkatan manusia dalam menerimanya berbeda² ...

Ada yg menganggap musibah itu sebagai nikmat Allah, dimana dng musibah itu, berarti Allah memperhatikan dan menyayanginya ...

Ada yg biasa saja menerimanya ...

Ada yg hampir putus asa, tp belum sampai berputus asa, hingga mengatakan, "Manakah pertolongan Allah? Kenapa tidak datang² pertolonganNya? "

Bahkan ada yang sudah berputus asa, hingga mengatakan, "Tidak ada penolong lagi, mati saja aku" Hingga bergerak untuk bunuh diri ...

Bagi orang yang hampir berputus asa, kita bisa menasihati mereka dengan lembut dan merasuk hati...

Karena sesungguhnya pertolongan Allah itu pasti datang, tinggal kita ridlo terhadap semua keputusanNya ...

Sedangkan bagi orang yang sudah berputus asa, jangan di nasehati dengan lembut, kuatir terlambat, hingga bunuh diri...

Langsung cegah dengan tanganmu, pegang erat ia, jangan sampai bunuh diri...

Jika sudah tenang, terlihat raut mukanya yg tidak kusut lagi, maka Anda bisa menasihatinya dengan lembut dan penuh hikmah ...

Pelan² dengan penuh kesabaran dalam menasihatinya...

Semoga Allah memberkahi Anda ...